UI Terapkan Ujian Tengah Semester secara Online

UI Terapkan Ujian Tengah Semester secara Online
Sekretaris Universitas Indonesia Agustin Kusumayanti (tengah) saat berbicara di hadapan para wartawan di Gedung Rektorat UI, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2020) ( Foto: Beritasatu Photo / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FER Minggu, 15 Maret 2020 | 15:52 WIB

Depok, Beritasatu.com - Universitas Indonesia (UI) telah menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dimulai pada tanggal 18 Maret 2020. Terkait Ujian Tengah Semester (UTS) akan dilakukan secara online.

Sekretaris Universitas Indonesia, Agustin Kusumayanti mengungkapkan, pekan depan UI akan menggelar UTS dan para mahasiswa bisa mengerjakan ujian dari rumah.

"Kalau dikatakan nanti bisa contek mencontek dong? Ya ini konsekuensi yang harus kami terima. Kali ini UTS nya bisa kerja sama. Tapi tidak apa-apa. Ini sudah kami hitung. Kami cari cara untuk meminimalisir hal tersebut," ujar Agustin di Gedung Rektorat UI Kampus Depok, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2020).

Menurut Agustin, ujian jarak jauh bisa dilakukan secara online. Bisa dilakukan dengan online exam realtime dimana para mahasiswa harus melakukan log in bersamaan dan jika tidak, maka tidak bisa mengerjakan. "Selain itu soal juga akan kami buat berbeda-beda," kata Agustin.

Tak hanya itu, UTS juga bisa dilakukan dengan metode ujian soal kasus. "Kami berikan kasus dan kemudian ini jadi tugas yang harus mereka kerjakan dari masing-masing mahasiswa. Bisa saja setiap mahasiswa kasusnya beda atau kasusnya sama tapi pertanyaannya beda," tutur Agustin.

Hari ini, Minggu (15/3/2020), UI tetap melaksanakan Seleksi Masuk (Simak) UI yang digelar sejak pagi hari. "Simak tetap kami gelar dengan tata cara pencegahan kewaspadaan yang tinggi. Sebelum masuk, peserta kami ukur suhu tubuhnya dengan menggunakan thermal scanner sebelum memulai ujian. Diukur sebanyak tiga kali," ungkap Agustin.

Jika nanti suhu tubuhnya tetap tinggi, Agustin melanjutkan, maka peserta akan diminta untuk melapor ke tempat pelayanan kesehatan yang telah disediakan guna memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. "Semua harus mematuhi protokol yang telah kami terapkan," ujar Agustin.



Sumber: BeritaSatu.com