Produk Teh Hitam yang Mendunia Asli dari Indonesia

Produk Teh Hitam yang Mendunia Asli dari Indonesia
Chief Executive Officer PT Cahaya Karunia Persada, Tjia Afianto dan Eddy Taniyara, serta Direktur Operasional Herlina menunjukkan produk teh hitam 100 persen lokal dalam acara acara HUT PT Cakap yang ke-12 di Palataran Candi Prambanan, Sabtu, 14 Meret 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani)
Fuska Sani Evani / JEM Minggu, 15 Maret 2020 | 10:02 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Perusahaan Multi Level Marketing (MLM) asli Indonesia, PT Cahaya Karunia Persada (Cakap) konsisten menggarap semua produknya, khususnya teh hitam dengan bahan lokal.

Seperti dikatakan Chief Executive Officer (CEO) PT Cakap, Tjia Afianto, selama ini, orang Indonesia minum teh, tidak memedulikan mutu dan kandungan teh itu sendiri, padahal dalam satu daun teh khasiatnya sangat banyak, antara lain antioksidan. Sementara itu, edukasi tentang minum teh pun masih minim, karena itu, pihaknya selain berbisnis, juga ingin mengedukasi.

“Kebiasaan minum teh, panas-legi-kentel (nasgitel) bukannya tidak boleh, tetapi keliru, bahkan cara menyeduhnya pun masih banyak yang belum paham,” ujarnya dalam acara HUT PT Cakap ke-12 di palataran Candi Prambanan, Sabtu (14/03/2020).

Dikatakan, justru dengan system penjualan secara MLM ini, terobosan edukasi juga dilakukan. Bahkan dalam situasi seperti saat ini, menurut Tjia Afianto, ancaman Virus Corona bisa diminimalisir dengan memperbaiki kondisi fisik, khususnya cara hidup.

“Minum teh dengan gula, dampaknya juga tidak baik, karena itu, dalam produk teh hitam ini, kami sama sekali tidak menganjurkan untuk ditambah gula,” ujarnya.

Selain itu, tata cara penyajian teh yang salah pun justru akan menghancurkan bahan antioksidannya. “Pasien corona banyak yang sembuh, karena daya tahan tubuhnya bagus, karena itu satu-satunya cara adalah memperbaiki nutrisi dalam tubuh. Negara kita kaya dengan bahan alamnya, salah satunya teh dan sayangnya, produk yang beredar di pasaran, merupakan bahan sisa, sedangkan kami, konsisten dengan tiga daun teratas, atau daun kualitas atas,” ujarnya.

Selain itu, Afianto juga menjelaskan bahwa 100 persen produk keluaran PT Cakap, berasal dari komponen lokal dan tidak mengambil daun teh sembarangan.

“Ada kualifikasinya, harus dari perkebunan dengan ketinggian di atas 1.200 meter, sinar matahari yang baik dan dalam tanahnya memiliki kandunngan mineral, sehingga, didapati miniman 18 persen kadar antioksidan dari teh keringnya,” ujarnya.

Ditambahkan CEO PT Cakap lainnya, Eddy Taniyara, produk teh PT Cakap pernah mendapatkan penghargaan sebagai produk terbaik di dunia. “Tahun 2015 lalu, kita ikut pameran di Jepang dan terpilih sebagai produk terbaik dunia,” ujarnya.

Dengan jumlah member lebih dari 100 ribu di seluruh Indonesia, Eddy yakin bahwa ‘Bleestea’ akan membawa perubahan dan juga bisa dijadikan sebagai sarana perbaikan kualitas hidup bangsa Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com