Cegah Corona, KY Hentikan Layanan Penerimaan Laporan Langsung

Cegah Corona, KY Hentikan Layanan Penerimaan Laporan Langsung
Komisi Yudisial. (Foto: Antara)
Yeremia Sukoyo / WBP Senin, 16 Maret 2020 | 12:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Yudisial (KY) memutuskan hanya menerima pelaporan online terkait dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). Kebijakan tersebut terpaksa diambil untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona di Indonesia. Namun pelaporan online, KY tetap mengedepankan kepentingan dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Layanan melalui pelaporan online ini mulai berlangsung Senin (16/3/2020) sampai dengan Kamis (16/3/2020)

"KY menghentikan sementara layanan publik secara langsung sebagai langkah pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Masyarakat tetap dapat melaporkan dugaan pelanggaran kode etik hakim secara online," kata Sekretaris Jenderal KY Tubagus Rismunandar Ruhijat, di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Cegah Penularan Corona, Jokowi Pimpin Rapat Jarak Jauh Lewat Video

Pelaporan online perilaku hakim dapat diakses melalui www.pelaporan.komisiyudisial.go.id. Aplikasi itu untuk memudahkan publik dalam melaporkan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

Pelaporan online di dalamnya juga berisi tentang tata cara pelaporan, persyaratan laporan, peraturan terkait dengan KEPPH, alur penanganan laporan, dan menu layanan pelaporan online perilaku hakim yang diduga melanggar KEPPH.

Baca juga: KY Apresiasi DPR Setujui 5 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA

Untuk melakukan pelaporan secara online, langkah pertama melakukan pendaftaran akun menggunakan alamat email yang masih aktif. Kemudian masuk dengan menggunakan alamat email dan password.

Klik tombol menu "buat laporan" jika hendak membuat laporan. Kemudian mengisi kolom-kolom yang tersedia dan mengunggah dokumen yang mendukung laporan dalam bentuk format digital dengan memperhatikan “Panduan Pengisian Form Pelapor”. "Masyarakat yang hendak menyampaikan laporan diharapkan mengisi formulir pelaporan online. Laporan online tersebut agar dilengkapi dengan dokumen-dokumen terkait sebagai data pendukung laporan untuk memudahkan proses tindaklanjutnya," tutupnya



Sumber: BeritaSatu.com