Kemdagri Perintahkan Dukcapil Lakukan Layanan Daring

Kemdagri Perintahkan Dukcapil Lakukan Layanan Daring
Zudan Arif Fakrulloh. ( Foto: Antara )
Robertus Wardi / YS Selasa, 17 Maret 2020 | 14:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) memerintahkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), terutama di daerah yang sudah terdeteksi virus Corona atau Covid-19 agar melakukan pelayanan online atau dalam jaringan (daring).

Masyarakat bisa mengajukan permohonan dokumen kependudukan secara daring dan dokumennya dikirim daring dengan PDF sehingga penduduk bisa mencetak di rumah.

"Aplikasi Dukcapil yang mencetak dokumen dengan kertas HVS A4 80 gram dapat digunakan. Kepala Dinas saya persilakan mengatur sesuai kondisi setempat. Prinsipnya dihindari pengumpulan atau berkerumunnya orang," kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh di Jakarta, Selasa (17/3).

Ia menjelaskan, layanan juga bisa dilakukan dengan meletakan dokumen permohonan dalam kotak-kotak yang sudah disediakan. Dalam pengajuan berkas, ditulis nomor telepon genggam dan nama pemohon. Setelah itu, langsung ditinggal pulang tanpa harus menunggu dan antri. Saat dokumen selesai akan dihubungi oleh petugas yang bekerja.

"Masyarakat harus kita buat lebih paham. Dalam kondisi seperti sekarang ini, keselamatan yang paling utama," ujar Zudan.

Untuk KTP Elektronik (KTP El), Zudan tegaskan karena ada kontak fisik secara langsung maka pelayananya ditunda 2 sampai dengan 3 pekan ke depan. Kecuali untuk hal yang sangat penting, layanan dapat diberikan. Namun perekaman maksimal harus ada perlakuan khusus kepada petugas, alat dan pemohon.

"Alat untuk melakukan perekaman diberikan desinfektan secara rutin. Petugas pun harus rutin dan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, begitu juga pemohon. Diupayakan ada thermal gun untuk mengukur suhu tubuh dipintu masuk kantor," jelas Zudan.

Dia meminta Kadis Dukcapil di daerah yang terpapar virus Corona agar membuat pengumuman supaya masyarakat yang tidak sangat urgent dapat menunda pengurusan dokumennya. Yang urgen tetap dilayani, misalnya untuk sekolah, mengurus BPJS atau urusan rumah sakit.

Kepada aparat yang masih bertugas, dia meminta agar dalam pelayanan dilakukan social distancing measures atau menjaga jarak kontak fisik dengan yang lain. Kemudian sering membersihkan tangan dengan sabun atau desinfektan. 



Sumber: Suara Pembaruan