Kominfo Jaring 242 Hoaks Virus Korona, Polri Tetapkan 22 Tersangka

Kominfo Jaring 242 Hoaks Virus Korona, Polri Tetapkan 22 Tersangka
Bikin Masyarakat Resah, Hoaks Corona Lebih Bahaya Dari Virusnya ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
/ HS Rabu, 18 Maret 2020 | 07:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 242 konten hoaks dan misinformasi yang berkaitan dengan virus korona di dunia maya.

Menteri Kominfo Johnny G Plate dalam keterangan pers, Rabu (18/3), menyatakan tindakan menyebarkan isu yang tidak benar saat Indonesia dilanda pandemi virus korona bisa menyebabkan masyarakat panik dan takut. "Hal ini merugikan bangsa dan negara. Dan pelaku juga tidak menjawab panggilan Ibu Pertiwi yang membutuhkan pertolongan," kata Johnny.

Data kementerian per 17 Maret, 242 hoaks dan misinformasi yang terjaring didapatkan dari media sosial dan platform pesan instan.
Salah satu misinformasi yang terbaru menyebutkan "Menteri Nadiem positif virus korona" ditambah dengan narasi menteri kabinet Jokowi yang terkena Covid-19. Pejabat yang dimaksud sebenarnya adalah Menteri Kesehatan Inggris Raya Nadine Dorries, penulisan yang keliru "Nadien" menyebabkan interpretasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim terkena virus korona.
Hoaks lainnya yang baru terjaring Kominfo, menyebutkan berkumur dan minum air hangat campuran cuka dan garam akan menghilangkan virus korona.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan hoaks dan misinformasi yang beredar akan ditindaklanjuti bersama dengan penyelenggara platform tersebut. Kementerian akan memberi rekomendasi akun mana saja yang terindikasi menyebarkan hoaks kepada penyelenggara platform dan penegak hukum agar dapat ditindaklanjuti, misalnya menutup akun tersebut. Hoaks yang menimbulkan keresahan publik akan diteruskan kepada kepolisian, untuk melihat apakah ada pelanggaran pidana dalam kasus tersebut.

Sementara itu, Polri telah menetapkan 22 tersangka dari 22 kasus informasi bohong atau hoaks soal virus korona di media sosial yang berhasil diungkap jajaran Polda dan Bareskrim Polri.

"Perkembangan penanganan tersangka penyebar berita hoaks tentang virus korona, sampai hari ini, Polri menangani 22 kasus," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adisaputra di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Berikut data kasus hoaks virus korona yang ditangani Polri, yakni Polda Kaltim menangani dua tersangka, Polres Bandara Soetta Polda Metro Jaya menangani satu tersangka, Polda Kalbar menangani empat tersangka, Polda Sulsel menangani dua tersangka, Polda Jabar menangani tiga tersangka.

Kemudian Polda Jateng menangani satu tersangka, Polda Jatim menangani satu tersangka, Polda Lampung menangani dua tersangka, Polda Sultra menangani satu tersangka, Polda Sumsel menangani satu tersangka, Polda Sumut menangani satu tersangka, dan Bareskrim Polri menangani tiga tersangka.



Sumber: ANTARA