Dampingi Program Belajar di Rumah, Kemdikbud Bentuk Tim Perwalian

Dampingi Program Belajar di Rumah, Kemdikbud Bentuk Tim Perwalian
Siswa siswa kelas II di Mardi Waluya Cibinong Bogor, Brigita Headline, tengah belajar di rumah melalui aplikasi digital pada hari pertama pemda Bogor meliburkan sekolah untuk mengantisipasi persebaran virus korona, Senin (16/3/2020). (Foto: Suara Pembaruan/Ari Supriyanti Rikin)
Maria Fatima Bona / IDS Selasa, 17 Maret 2020 | 21:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah mendapat laporan bahwa ada 95 kabupaten/kota ataupun provinsi yang sudah menerbitkan edaran belajar dari rumah. Untuk sosialisasi dan pendampingan, Kemdikbud pun membentuk tim perwalian.

Menurut Plt Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Dasar Menengah (PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar, satu tim Kemdikbud ditugasi untuk menjadi wali dari satu atau dua provinsi. Tim Kemdikbud akan memberikan pelayanan yang intensif terhadap sejumlah kendala pendidikan yang dialami pemerintah daerah (pemda).

“Setiap tim akan bergerak melakukan koordinasi dengan UPT (unit pelaksana teknis, red) dan dinas melalui video conference atau teleconferensi biasa. Corona boleh menghalangi gerak tetapi kita jalankan terus tugas sesuai jadwal. So far so good, enggak ada masalah,” ujar Harris kepada Beritasatu, Selasa (17/3/2020) petang.

Menurut Harris, terbentuknya tim teknis Kemdikbud ini bertujuan agar pelayanan kepada daerah lebih maksimal.

Secara terpisah, Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdikbud, Gogot Suharwoto mengatakan, untuk membantu siswa belajar di rumah, Kemdikbud juga menyediakan sarana belajar daring melalui portal Rumah Belajar yang dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id.

Menurut Gogot, Rumah Belajar memiliki beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru, di antaranya adalah Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal. Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Gotot menyebutkan, hingga hari ini, Selasa (17/3/2020), terdapat 514.877 user atau pengguna yang mengakses Rumah Belajar. Sedangkan untuk data pengunjung, terdapat 3.373.930 pengunjung Rumah Belajar dalam dua hari terakhir ini.

Menurut Gotot, jumlah ini mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya. Bahkan, berdasarkan pantauan, jumlah frekuensi pengguna yang mengakses Rumah Belajar paling ramai justru di malam hari.

“Jam 7 sampai 9 malam (jumlah user-nya) cenderung naik. Kemarin malam itu naik menjadi 311.000-an pengunjung, sedangkan hari biasa sebelum ada virus corona hanya 192.000-an saja,” ujarnya.

Gotot menyebutkan, berdasarkan usia, pengunjung Rumah Belajar 40% berusia di bawah 24 tahun dan 60% berusia di atas 24 tahun.

“Yang di atas 24 tahun ini kemungkinan akun orangtua siswa,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com