Antisipasi Lonjakan Kasus Positif, Pemerintah Mobilisasi Semua RS di Indonesia

Antisipasi Lonjakan Kasus Positif, Pemerintah Mobilisasi Semua RS di Indonesia
Pekerja rumah sakit menggunakan masker di sekitar kawasan RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin 2 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / IDS Kamis, 19 Maret 2020 | 12:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif corona yang saat ini sudah mencapai 227 kasus, pemerintah akan menyiapkan rencana kontigensi (darurat) kesiapan layanan rumah sakit (RS). Rencana ini tidak hanya akan melibatkan RS rujukan yang sudah ditetapkan, tetapi juga memobilisasi RS lainnya, baik itu milik BUMN, TNI, Polri, dan RS swasta. Bahkan pemerintah akan membangun RS darurat bila diperlukan.

Bila kapasitas seluruh RS tersebut tidak cukup untuk melakukan pelayanan perawatan bagi pasien kasus positif corona, pemerintah juga telah memberikan izin Wisma Atlet dan hotel BUMN untuk dapat digunakan sebagai RS darurat.

"Bila diperlukan juga bisa memanfaatkan Wisma Atlet di Kemayoran. Ini kapasitasnya cukup besar, kalau tidak keliru ada 15 ribu dan hotel BUMN yang juga bisa dipakai," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat terbatas (ratas) dengan topik laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Tindakan lainnya untuk mengantisipasi lonjakan jumlah warga yang teridentifikasi positif corona, Jokowi memerintahkan pembangunan RS Khusus Penyakit Infeksi di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dipercepat.

"Kemudian juga rencana kontigensi ini juga harus siapkan sampai ke daerah, termasuk percepatan pembangunan di Pulau Galang, di Kepualuan Riau," tegasnya.

Seperti diketahui, selain lokasinya sangat strategis, RS Khusus di Pulau Galang yang merupakan eks Kamp Vietnam ini mempunyai dua unggulan. Pertama, memiliki fasilitas untuk observasi atau karantina. Kedua, memiliki fasilitas untuk isolasi untuk pengobatan terhadap pasien yang terpapar virus. Dua fasilitas ini sangat tepat untuk digunakan dalam penanganan pasien positif corona.

Di sana terdapat sebanyak 50 kamar isolasi bertekanan negatif dan dilengkapi filter Hepa serta oksigen yang terpasang secara sentral. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kamar digunakan untuk non-ICU dan 20 kamar digunakan untuk ICU.

Kemudian, daya tampung dari RS Khusus Penyakit Infeksi ini bisa mencapai 1.000 pasien dengan ratusan kamar rawat inap.

Nantinya, keberadaan RS khusus ini tidak hanya menangani pasien positif corona saja, melainkan penyakit infeksi atau menular lainnya. RS khusus itu juga akan dilengkapi dengan fasilitas rontgen, laboratorium, apotek serta rumah dinas dokter dan perawat, serta fasilitas pendukung lannya.



Sumber: BeritaSatu.com