Doni Monardo: Wisma Atlet Bisa Tampung 2.000 Pasien Corona

Doni Monardo: Wisma Atlet Bisa Tampung 2.000 Pasien Corona
Doni Monardo. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 19 Maret 2020 | 19:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen (TNI) Doni Monardo, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan tugas kepada Menteri BUMN serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) untuk menyiapkan Wisma Atlet sebagai rumah sakit (RS) darurat penanganan pasien positif corona. Diharapkan, pekan depan Wisma Atlet telah siap digunakan sebagai tempat perawatan.

Baca: Gugus Tugas Covid-19 Berlakukan Rapid Test Massal

"Tanggal 23 Maret 2020, atau hari Senin yang akan datang, Wisma Atlet ini diharapkan bisa menampung sekitar 1.000 hingga 2.000 pasien,” kata Doni Monardo seusai ratas dengan Presiden Jokowi melalui teleconference dari Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Untuk penanganan pasien positif corona yang akan dirawat di Wisma Atlet, pihaknya akan mengerahkan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). "Kemudian, organisasi yang nantinya akan menangani pasien di wisma atlet adalah kogabwilhan,” ujar Doni Monardo.

Dengan alasan, Kogabwilhan ini sudah berpengalaman dalam menangai dan merawat warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Kota Wuhan, serta eks anak buah kapal (ABK) Diamond Princess dan World Dream.

Baca: Wisma Atlet Disiapkan untuk Tampung Pasien Corona

"Kenapa? Karena sudah teruji. Tapi kogabwilhan tidak sendiri. Akan didukung berbagai pihak, khususnya dari Kementerian Kesehatan,” terang Doni Monardo.

Selain menyiapkan Wisma Atlet, Doni Monardo menyatakan, banyak pihak swasta yang menyanggupi hotel mereka bisa dimanfaatkan untuk penanganan pasien terinfeksi corona. Hal ini dapat dilakukan bila fasilitas perawatan kesehatan pemerintah sudah tidak sanggup lagi menampung pasien positif corona.

"Sejumlah tokoh nasional dan pengusaha telah menyanggupi menyiapkan fasilitas hotel mereka yang manakala fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah terbatas, baik di Jakarta maupun di sejumlah daerah lainnya," tegas Doni Monardo.



Sumber: BeritaSatu.com