Pemerintah Memberlakukan Skrining Massal untuk Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Pemerintah Memberlakukan Skrining Massal untuk Covid-19

Kamis, 19 Maret 2020 | 19:39 WIB
Oleh : Dina Manafe / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 segera memberlakukan pemeriksaan atau skrining massal untuk menemukan kasus lebih cepat. Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, skrining massal ini bertujuan mencegah orang-orang yang terinfeksi Covid-19 agar tidak menjadi sumber penularan di masyarakat. Pemerintah sedang mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk sarana untuk melaksanakan kebijakan ini

"Secepat mungkin bisa kita ketahui tentang kasus positif di masyarakat, tujuannya supaya kita melaksanakan isolasi,” kata Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Yurianto mengatakan, ada beberapa metode pemeriksaan corona virus. Namun yang dinilai paling sensitif untuk Covid-19 adalah dengan metode imunoglobulin atau pengukuran antibodi di dalam sampel darah. Dengan pemeriksaan itu apabila seseorang dinyatakan positif, akan diuji ulang dengan metode tes polymerase chain reaction (PCR) yang jauh lebih akurat. Metode rapid test ini juga dilakukan oleh banyak negara yang terdampak Covid-19.

Dengan skrining massal ini, menurut Yurianto, dipastikan lebih banyak kasus positif yang akan ditemukan. Tetapi, tidak semua yang ditemukan harus mendapat perawatan di rumah sakit. Pada kasus positif tanpa gejala atau gejala ringan akan diberikan edukasi untuk melakukan isolasi diri (self isolation) yang bisa dilaksanakan secara mandiri di rumah.

Selama pelaksanaan isolasi diri akan dipantau langsung oleh puskesmas atau petugas kesehatan lain yang nantinya ditunjuk untuk itu. Selain monitoring dari petugas kesehatan, pemerintah juga mengembangkan konsultasi kesehatan secara virtual melalui sejumlah aplikasi online.

"Inilah yang akan kita desain, sehingga skrining secara massal itu harus diikuti dengan langkah sosialisasi dan edukasi tentang bagaimana melaksanakan isolasi diri. Ditambah dengan sarana untuk bisa laksanakan monitoring dengan baik dan konsultasi secara virtual dengan menggunakan aplikasi Halodoc, dan aplikasi lain yang akan dikembangkan ke depan. Inilah yang akan kita lakukan dalam rangka rapid test secara massal,” kata Yurianto.

Manakala skrining massal ini ditemukan kasus positif disertai gejala moderat atau gejala sakit sedang maka harus tetap dilakukan konfirmasi dengan melakukan pemeriksaan PCR di laboratorium. PCR memiliki sensitifitas yang jauh lebih tinggi dibanding pemeriksaan rapid.

"Apabila tertular, bukan dimaknai harus dirawat di rumah sakit. Disamping sosialisasi tentang isolasi diri, juga diikuti penambahan sarana rawat inap apabila pasien sakit dengan gejala sedang atau berat,” kata Yurianto.

Yurianto mengatakan, rapid test adalah beberapa langkah yang dilakukan pemerintah secara simultan dengan upaya lain untuk memutus rantai penularan Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Prabowo Minta Pesawat TNI Angkut Peralatan Medis dari Tiongkok

Peralatan medis tersebut akan dipakai untuk kebutuhan pasien terpapar virus corona.

NASIONAL | 19 Maret 2020

KLHK Tutup Wisata Alam di 56 Kawasan Konservasi

KLHK mengambil langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran virus corona.

NASIONAL | 19 Maret 2020

Doni Monardo: Wisma Atlet Bisa Tampung 2.000 Pasien Corona

Pekan depan, wisma atlet dapat digunakan sebagai RS darurat pasien positif corona.

NASIONAL | 19 Maret 2020

PP Muhammadiyah Tunda Muktamar 48

Muktamar Muhammadiyah 48 yang awalnya akan digelar pada tanggal 1-5 Juli 2020 menjadi tanggal 24-27 Desember 2020.

NASIONAL | 19 Maret 2020

Teror Novel Baswedan, 2 Anggota Polisi Didakwa Penganiayaan Berat

Pembacaan dakwaan untuk Ronny dan Rahmat, dua pelaku teror terhadap Novel Baswedan dilakukan secara terpisah.

NASIONAL | 19 Maret 2020

Gugus Tugas Tambah Kapasitas Rumah Sakit dan Labolatorium Rujukan

Kebijakan tersebut diambil dalam upaya mengantisipasi lonjakan pasien positif corona.

NASIONAL | 19 Maret 2020

Gugus Tugas Covid-19 Berlakukan Rapid Test Massal

Screening massal dengan metode imunoglobulin juga dilakukan oleh banyak negara terdampak virus corona.

NASIONAL | 19 Maret 2020

Ada Wabah Corona, Tim Advokasi Minta Sidang Peneror Novel Baswedan Ditunda

Tim Advokasi Novel Baswedan meminta Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) menunda sidang perdana perkara dugaan teror terhadap penyidik senior KPK

NASIONAL | 19 Maret 2020

Bos Dempo Segera Diadili Atas Perkara Suap Proyek Masjid Agung Solok Selatan

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah merampungkan berkas penyidikan tersangka pemberi suap kepada Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria.

NASIONAL | 19 Maret 2020

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Dinyatakan Negatif Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengumumkan hasil tes deteksi Covid-19 di Istana Bogor, Kamis (19/3/2020).

NASIONAL | 19 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS