Jokowi Minta OJK Fokus pada Kebijakan Stimulus Ekonomi

Jokowi Minta OJK Fokus pada Kebijakan Stimulus Ekonomi
Joko Widodo. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Lenny Tristia Tambun / IDS Jumat, 20 Maret 2020 | 11:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah serangan pandemi global corona atau Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) fokus pada kebijakan stimulus ekonomi.

"Di bidang perbankan, saya minta OJK untuk lebih fokus pada kebijakan stimulus ekonomi," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (ratas) membahas topik kebijakan moneter dan fiskal menghadapi dampak ekonomi Covid-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/3/2020).

Kebijakan stimulus ekonomi itu, menurutnya, harus memberikan kemudahan dan keringanan bagi kelompok-kelompok terdampak, khusunya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor informal. Dengan begitu, aktivitas produksi dapat berjalan dan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Saya dapat laporan, OJK sudah keluarkan stimulus ekonomi bagi debitur, termasuk debitur UMKM yang terkena dampak Covid-19. Saya kira kebijakan restrukturisasi kredit maupun pembiayaan sangat bagus. Saya minta kebijakan stimulus ini dievaluasi secara periodik untuk lihat kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan," terang Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga meminta Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat dilakukan lebih intensif lagi dan dieksekusi sebanyak-banyaknya.

Karena itu, ia meminta dukungan seluruh asosiasi, kelompok profresi, serikat buruh, serikat pekerja, himpunan nelayan, dan petani bersama bergotong royong menghadapi tentangan ekonomi saat ini dan ke depan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan dampak dari pandemi global, salah satunya terjadi koreksi terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, juga Indonesia. Diperkirakan, pertumbuhan perekonomian dunia akan turun dari 3% menjadi 1,5%, bahkan bisa lebih dari itu.

"Dan pertumbuhan ekonomi kita yang semula 5% sampai 5,4%, juga akan mengalami penurunan," kata Jokowi.

Penurunan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut Jokowi adalah sebuah tantangan besar yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama-sama.

Seperti di bidang fiskal, dalam sejumlah ratas, ia sudah memerintahkan untuk melakukan refocusing dan realokasi di belanja APBN dan belanja Pemda dalam APBD di daerah-daerah.



Sumber: BeritaSatu.com