Cek Stok Sembako, Polres Serang Kota Sidak di Pasar Induk Rau

Cek Stok Sembako, Polres Serang Kota Sidak di Pasar Induk Rau
Ilustrasi sembako dan kebutuhan bahan pangan. ( Foto: Antara/Aditya Pradana Putra )
Laurens Dami / JEM Jumat, 20 Maret 2020 | 13:38 WIB

Serang, Beritasatu.com - Jajaran Polres Serang Kota, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Rau, Kota Serang, guna mengantisipasi kelangkaan dan lonjakan harga bahan pangan atau kebutuhan pokok (sembako).

Polres Serang Kota telah berkoorinasi dengan Pemerintah Kota Serang serta Bulog untuk memantau harga barang kebutuhan pokok di Pasar Induk Rau.

Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono, Kamis (19/3/2020), menjelaskan berdasarkan pantauan di Pasar Induk Rau, Kota Serang harga kebutuhan pokok relatif stabil. Hanya beberapa jenis kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti rempah-rempah.

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Rau, Kota Serang, harga gula pasir naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 17 ribu per kilogram.
Bawang putih dari Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu, per kilogram. Harga jahe tetap Rp 40 ribu, kunyit Rp 10 ribu per kilogram, bawang merah dari Rp 28 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

"Kami bersama Pemkot Serang dan Bulog melaksanakan pengecekan harga sembako untuk memastikan kesediaan pasokan dan kenaikan harga sembako. Stok masih relatif lancar dan permintaan pembeli mengalami peningkatan khususnya untuk jenis barang gula, bawang putih, jahe dan beras,” katanya.

Edhi menegaskan, jika ada yang sengaja memainkan harga dan menimbun sembako, maka bisa diancam hukuman pidana.

“Kalau ada yang menimbun sembako, tentu dampaknya akan merugikan yang lain. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dengan cara memborong bahan sembako dan kebutuhan lainnya. Kami meminta warga Kota Serang tetap tenang dan tidak mudah termakan isu yang tidak benar,” ujarnya.

Terkait stok beras di pasaran, Edhi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre Serang, agar pasokan tetap terjaga dan harga tidak melambung tinggi.

“Kami dengan Bulog akan menindak tegas pedagang yang nakal, jika ada yang menjual dengan harga tinggi dan ditemukan penimbunan. Kalau operasi pasar, khususnya beras, itu kewenangannya ada di Bulog. Kita juga sudah koordinasi dengan Bulog,” ujarnya. 



Sumber: BeritaSatu.com