Pemkot Bogor Tetapkan KLB Corona

Pemkot Bogor Tetapkan KLB Corona
Wali Kota Bogor Bima Arya Positif Corona (Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV)
Vento Saudale / BW Jumat, 20 Maret 2020 | 19:09 WIB

Bogor, Beritsatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) virus corona (Covid-19). Hal itu menyusul adanya tiga pasien positif, yaitu Wali Kota Bogor Bima Arya dan satu pejabat Pemkot Bogor.

"Satu lagi, pasien PDP yang sudah dirawat sebelumnya. Ketiganya saat ini dirawat di RSUD Kota Bogor. Dengan ada tiga orang positif, Kota Bogor dinyatakan KLB," kata Plt Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, Jumat (20/3/2020).

Hingga Jumat (20/3/2020), selain tiga pasien positif Covid-19, sepuluh warga Kota Bogor masuk dalam kategori pasien dalam pemantauan (PDP). Adapun warga dengan status orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 143 orang.

Sri menambahkan, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan tracking terhadap tiga pasien positif virus corona tersebut. Untuk Bima Arya sendiri, tengah ditracking agenda yang dihadirinya dalam beberapa waktu terakhir.

"Kegiatan GIPB (26 Februari) panitia dalam keadaan sehat, kegiatan Road to BHM di Sukabumi (6-7 Maret) semua tim lari di Sukabumi,” katanya.

Setelah itu, Bima melakukan perjalanan dinas ke Turki dan Azerbaijan. Dalam konfirmasi ke Turki hingga Kamis (12/3/2020) malam, sebagian warga yang ditemui Bima menyatakan dalam kondisi sehat, tetapi perlu dipastikan lebih lanjut. Saat di Azerbaijan, Dinkes Kota Bogor masih terus melakukan penelusuran.

“Semua yang terdata sudah dalam pemantauan Dinkes Kota Bogor, dan saat ini menjalani self isolation di rumah masing-masing. Tes Covid-10 akan dilakukan sesuai indikasi,” ujar Retno.

Menurut Retno, tes Covid-19 mandiri belum dapat dilakukan karena keterbatasan kit untuk tes, yakni berupa VTM. Dinkes Kota Bogor terus mengupayakan pengiriman dari laboratorium Kemenkes dan Labkesda Provinsi Jawa Barat.

“Untuk langkah selanjutnya Dinkes akan fokus pada penyiapan pelayanan kesehatan, untuk mengantisipasi kenaikan kasus. RSUD sudah ditetapkan sebagai RS rujukan Covid-19 sesuai keputusan gubernur tanggal 17 Maret,” kata Retno.



Sumber: BeritaSatu.com