Antisipasi Covid-19, Pemkot Denpasar Siapkan Rp 3,6 Miliar

Antisipasi Covid-19, Pemkot Denpasar Siapkan Rp 3,6 Miliar
Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, secara langsung memimpin penyemprotan disinfektan di Pasar Badung, Minggu (15/3/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 21 Maret 2020 | 11:02 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Wali Kota Denpasar, Rai Mantra meminta warganya yang baru datang dari luar daerah atau luar negeri agar memeriksa kesehatan dan isolasi mandiri selama 14 hari.

Dalam mengantisipasi penyebaran corona virus disease (covid-19) telah diambill langkah dan respon cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar. Langkah tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya, di Denpasar, Sabtu (21/3/2020).

Rai Mantra mengatakan, salah satu antisipasi yang harus dilakukan adalah bagi warga masyarakat yang baru datang bepergian baik dari luar daerah maupun luar negeri yang sudah terjangkit covid-19 agar memeriksakan kesehatannya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat dan melakukan isolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari.

Hal ini dilakukan untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran covid-19. Menurut Rai Mantra, beberapa kasus yang muncul saat ini diketahui bahwa seseorang yang dinyatakan positif terjangkit covid-19 ternyata mempunyai riwayat datang dari bepergian ke daerah atau negara terpapar virus mematikan tersebut.

Baca Juga: Tawur Agung di Prambanan Diikuti 200 orang

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar secara sadar untuk melakukan tes kesehatan dan isolasi mandiri selama 14 hari, demi kepentingan dan keselamatan masyarakat," tegasnya.

Ditambahkan, Kota Denpasar sejak awal telah melakukan langkah langkah pencegahan penyebaran covid-19 seperti pembentukan tim satgas hingga ditingkat lingkungan, dusun dan banjar. Di samping itu Pemkot Denpasar telah menyiapkan armada sebanyak 21 mobil penyemprotan desinfektan setiap harinya hampir diseluruh wilayah Denpasar dengan kapasitas 105.000 liter.

Penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara parsial maupun serentak. Antisipasi di ruang publik dengan membangun wastafel tempat cuci tangan seperti di Taman Kota Lumintang, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung, tempat bermain anak, dan di tempat pelayanan publik sembari mengedukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat.

"Pembangunan wastafel cuci tangan ini akan kami terus perluas termasuk di tempat yang memang belum dilayani," ujar Rai Mantra.

Baca Juga: Kasus Corona di Eropa Sudah 1,5 Kali Tiongkok

Rai Mantra yang didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol, Dewa Gede Rai meminta agar masyarakat mengurangi keluar dari rumah kalau tidak penting sekali, termasuk warga denpasar yang berasal dari luar kota agar sementara tidak pulang kampung dulu. "Mari kita jaga diri kita dan jaga sesama," ajak Rai Mantra.

"Diharapkan langkah antisipasi dan kesiap siagaan Kota Denpasar ini agar masyarakat tenang serta mendapatkan informasi serta dapat melakukan pencegahan sedini mungkin” ujarnya.

Rai Mantra juga meminta masyarakat yang memerlukan pelayanan publik agar memanfaatkan sistem layanan secara online yang telah disiapkan oleh masing masing OPD. Di samping antisipasi pencegahan yang telah dilakukan melalui media cetak, elektronik, media sosial dan media luar ruang hingga perkantoran juga sosialsiasi melalui analisis dari tim mitigasi mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan baik di kantor-kantor pemerintahan sekolah, pasar hingga ruang publik.

Informasi terkait antisipasi covid-19 dengan menyiapkan Damamaya Denpasar Cyber Monitor sebagai pusat data informasi dan koordinasi mitigasi lintas OPD. Pemkot Denpasar telah menyiapkand dana awal sebesar Rp3,6 miliar dan bisa ditambah jika kondisi atau keadaan penyebaran virus ini terus berlanjut.

Baca Juga: BEC Dukung Peningkatan Kualitas SDM di Bali

Rai Mantra menambahkan, petugas kesehatan juga telah dilengkapi dengan APD dan SOP penanganan suspect covid-19 baik itu orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan. Jika keadaan berlanjut akan dilaksanakan realokasi anggaran dan re-programing kegiatan.

"Mengambil langkah-langkah antisipasi jika kondisi penyebaran virus ini berlanjut terkait dampak sosial dan dampak ekonomi yakni bagi anggota keluarga berstatus PDP atau bahkan postif virus corona dan posisinya sebagai pencari nafkah akan mendapatkan tanggungan bahan kebutuhan dasar dari Pemkot Denpasar terutama dari keluarga yang kurang mampu. Langkah ini diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu," tandasnya.

Rai Mantra juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang tetapi tetap waspada mengikuti dan melaksanakan langkah pencegahan covid-19 dan social distancing.



Sumber: BeritaSatu.com