Mendes: Dana Desa Bisa Dialokasikan untuk Cegah Corona

Mendes: Dana Desa Bisa Dialokasikan untuk Cegah Corona
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. ( Foto: Kemendes PDTT )
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 21 Maret 2020 | 20:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selain pengembangan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD), Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menginstruksikan agar dana desa digunakan untuk optimalisasi pencegahan pandemi corona (Covid-19).

Tahun ini, total transfer dana desa ke daerah mencapai Rp 850 triliun. Dengan terus berlangsungnya lonjakan kasus positif corona di Indonesia, anggaran pemerintah kini difokuskan untuk memutus mata rantai virus corona.

"Untuk level pencegahan, pemerintah desa dapat menggunakan dana desa untuk mengedukasi masyarakat di wilayahnya seperti kampanyekan pola hidup sehat dan bersih," ujar sosok yang akrab disapa Gus Menteri pada keterangan tertulis yang diterima Sabtu (21/3/2020).

Pada tahapan selanjutnya, dana desa dapat digunakan untuk penanganan penyebaran corona.

Namun, hal ini harus dikoordinasikan dengan pihak yang berwenang seperti Gugus Tugas di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebab, penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan tingkat kebutuhan penanganan.

"Sesuai koordinasi dengan BNPB, Kemendes PDTT akan fokus ke sejumlah wilayah yaitu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten. Kita sudah sosialisasi protokol pencegahan Covid-19," ujar Gus Menteri.

Kemendes PDTT juga akan melakukan review dan revisi DIPA untuk pengalihan sebagian anggaran menjadi kegiatan yang langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat tanpa mengurangi output. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden pada rapat terbatas pada Senin (16/3/2020).

“Kita terus lakukan komunikasi harian dengan desa untuk memantau pencairan dan penggunaan dana desa, terutama terkait dengan kegiatan PKTD maupun pemetaan dan pendampingan desa terkait Covid-19,” imbuhnya.

Dalam upaya pencegahannya, pemerintah desa diharapkan mengawasi pergerakan masuk pengunjung ke desa. Tamu yang menginap selama 1x24 jam kini wajib lapor ke kantor desa dan diperiksa kondisi kesehatannya.

Tak hanya itu, Gus Menteri kembali menyarankan agar masyarakat desa dapat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti rajin mengonsumsi buah dan sayur termasuk jahe dan temulawak.

"Jika pola hidup sehat diterapkan, Insya Allah bisa menangkal penyebaran Covid-19. Selain itu, istirahat yang cukup dan olahraga yang rutin," kata Gus Menteri.



Sumber: PR