150.000 Rapid Test Covid-19 Siap Didistribusikan

150.000 Rapid Test Covid-19 Siap Didistribusikan
Ilustrasi tes cepat "corona". ( Foto: AFP )
Ari Supriyanti Rikin / EAS Minggu, 22 Maret 2020 | 16:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 150.000 kit diagnosis pemeriksaan cepat (rapid test) Covid-19 sudah tiba, untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh Tanah Air.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemeriksaan penapisan segera dilakukan secara masif. Sebanyak 150.000 kit tes sudah tiba diangkut dengan pesawat Hercules dari Tiongkok, dan posisinya masih transit di Natuna.

"Targetnya nanti 1 juta kit tes untuk memeriksa kelompok berisiko di masyarakat," katanya dalam telekonferensi dari Kantor BNPB di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Yurianto menjelaskan, dalam proses penapisan dengan pemeriksaan cepat rapid test atau pemeriksaan terhadap orang yang telah kontak dengan pasien positif, pemeriksaan tidak bisa hanya dilakukan satu kali. Jika setelah tes hasilnya negatif, kepada yang bersangkutan tetap diminta melakukan social distancing.

"Hasil negatif tidak menjadi jaminan bahwa yang bersangkutan tidak bisa terinfeksi nantinya," ucapnya.

Ia mengungkapkan, rapid test yang dilakukan berbasis respons serologi darah dari infeksi Covid-19. Dalam kurun waktu kurang dari tujuh hari respons imunologi belum muncul, hasilnya bisa saja negatif sekalipun di dalam tubuh orang tersebut ada virus Covid-19.

Oleh karena itu pemeriksaan harus diulang tujuh hari berikutnya. Jika setelah dua kali pemeriksaan itu hasilnya negatif, orang tersebut tetap harus melakukan social distancing.

Namun jika dalam pemeriksaan rapid test dinyatakan positif mana akan dilakukan pemeriksaan ulang dengan metode polymerase chain reaction (PCR) berbasis molekuler. PCR memiliki sensitivitas jauh lebih tinggi dibanding rapid test. Dan jika terindikasi positif namun tanpa keluhan, bisa melakukan isolasi diri di rumah dengan pengawasan komunitas.

Sementara itu jika hasil tes positif dan disertai gejala ringan hingga sedang, maka pemerintah sudah menambah ruang isolasi di rumah sakit. Termasuk juga kasus sedang-berat langsung dikirim ke rumah sakit. Hal ini dilakukan agar tidak tergesa-gesa seluruh pasien positif Covid-19 masuk ke rumah sakit.



Sumber: BeritaSatu.com