BMKG Ajak Masyarakat Lebih Tanggap Perubahan Iklim dan Ketahanan Air

BMKG Ajak Masyarakat Lebih Tanggap Perubahan Iklim dan Ketahanan Air
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati ( Foto: Beritasatu TV )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 23 Maret 2020 | 22:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat lebih tanggap terhadap perubahan iklim dan ketahanan air.

Dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia (HMD) yang ke-70 yang bertemakan Climate And Water, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengungkapkan, diangkatnya tema tersebut seiring dengan tertujunya mata dunia terhadap isu iklim dan air. HMD diperingati tiap 23 Maret.

“Seperti yang kita ketahui bahwa perubahan iklim saat ini ditandai oleh makin meningkatnya frekuensi kejadian bencana hidrometeorologis, juga meningkatnya penyakit terkait iklim. Bencana Hidrometeorologis di antaranya kekeringan yang kita alami tahun lalu, sehingga berdampak pada ketersediaan air bersih serta kebakaran hutan dan lahan,” ujar Dwikorita di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Selain itu, ujarnya, curah hujan ekstrem pemicu banjir di beberapa tempat awal tahun ini, juga merupakan bencana terkait cuaca dan iklim, dan akan meningkat berdasarkan proyeksi perubahan iklim pada masa mendatang.

Oleh karena itu, BMKG memandang perlu upaya peningkatan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim untuk kesejahteraan masyarakat.

“Dengan momentum peringatan HMD 2020 ini, kami terus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dan ketahanan air,” ujarnya.

Dwikorita mengungkapkan, warga bisa ikut berperan dalam mitigasi dengan melakukan hal-hal yang tampaknya sepele tetapi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Seperti membatasi penggunaan kendaraan bermotor, mulai beralih ke sarana transportasi umum, menghemat penggunaan listrik dan air, mengurangi penggunaan sampah plastik, dan menanam pohon di lingkungan sekitar. Hal-hal yang tampak sederhana ini akan membawa dampak besar dalam upaya mencegah dampak buruk perubahan iklim,” katanya.

Menurut Dwikorita, World Meteorological Organization (WMO) selalu mengkampanyekan ke seluruh negara untuk melakukan aksi nyata dalam mengurangi emisi karbondioksida dan menahan laju kenaikan temperatur global.



Sumber: BeritaSatu.com