Tes Cepat Covid-19 di Jabar Digelar Rabu, Bukan untuk Semua Orang

Tes Cepat Covid-19 di Jabar Digelar Rabu, Bukan untuk Semua Orang
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Minggu, 22 Maret 2020, mengecek kesiapan Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi menjadi tempat rapid test massal penyebaran virus Covid-19, pada pekan depan. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Adi Marsiela / LES Selasa, 24 Maret 2020 | 07:44 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memastikan rapid test Covid-19 secara massif untuk wilayah Bogor, Depok, Bekasi serta sebagian wilayah Bandung Raya bakal digelar mulai Rabu, 25 Maret 2020 mendatang. Rapid test ini tidak terbuka untuk semua orang karena alatnya terbatas antara 8.000 hingga 10.000 unit saja.

Ridwan menyatakan rapid test secara simultan di Stadion Patriot Bekasi, Stadion Pakan Sari Bogor, serta Si Jalak Harupat Soreang, Bandung ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria dari pemerintah. Ridwan membaginya ke dalam tiga kategori.

Pertama, Kategori A yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani Covid-19. Dua, kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Serta kategori C, mereka yang memiliki gejala penyakit yang diduga Covid-19.

“Tolong disosialisasikan bahwa tes massif ini bukan untuk semua orang. Ini adalah uji petik untuk mencari peta persebaran. Dugaan itu harus merujuk pada keterangan dari fasilitas kesehatan bukan hasil self-diagnosis,” ujar Ridwan di Bandung, Senin (23/3/2020).

Apabila tidak masuk dalam ketiga kategori di atas, Ridwan meminta, masyarakat tetap bertahan di rumah dan melakukan isolasi diri. “Jika anda sehat, tidak perlu tes. Kecuali, anda sehat tapi masuk dalam kategori yang berinteraksi sosial massa,” imbuh Ridwan.

Tes massif itu rencananya dilakukan dengan konsep drive thru. Namun bagi mereka yang masuk kategori A akan dikombinasikan dengan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) door to door di rumah sakit rujukan di daerah masing-masing.

“Sambil menunggu drive-thru, para kepala daerah bisa melakukan tes masif ini kepada kategori A di wilayahnya masing-masing,” ujar Ridwan.

Piranti tes dari pemerintah itu harus menggunakan sampel darah. Ridwan memastikan peralatan itu akan terkirim ke daerah-daerah di luar Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung yang cukup tinggi paparan orang positif virus corona. “Termasuk Majalengka, Indramayu, Sukabumi untuk mengetes kategori A. Misal di Indramayu ada TKI atau TKW baru datang, kejar orangnya, lakukan tes (dengan alat) yang kami kirim,” kata Ridwan.

Terkait lokasi tes untuk kategori B dan C, Ridwan memastikan kesiapan Stadion Patriot Bekasi untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang. “Untuk Kabupaten Bogor sendiri, Kota Depok Sendiri, Kota Bogor sendiri. Sementara sisanya diskenariokan untuk wilayah Sukabumi, Cianjur, Cirebon, dan lainnya akan diantrikannya di Stadion Jalak Harupat, Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Adapun, masyarakat Kategori B dan C yang mengikuti tes masif Covid-19 secara drive thru akan mendapatkan panggilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pengajuan daerahnya masing-masing. Dia meminta pemerintah kabupaten dan kota memaksimalkan pemanfaatan aplikasi Pikobar untuk melakukan pendataan.

“Setelah daftar online ada proses verifikasi wawancara, (setelah itu) keluarlah surat (jadwal) kapan datang (untuk tes). Maka yang drive thru ini datangnya tunggu surat panggilan," ujar Ridwan.



Sumber: BeritaSatu.com