Terdampak Virus Corona, Ini 3 Opsi Ujian Nasional

Terdampak Virus Corona, Ini 3 Opsi Ujian Nasional
Ilustrasi ujian nasional berbasis komputer. ( Foto: Antara / Arnas Padda )
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 24 Maret 2020 | 12:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2020 yang seharusnya dilaksanakan pada Maret-April 2020 dipastikan terdampak dengan adanya pandemi virus corona yang membuat kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara online.

Karena itu, secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) untuk membahas kebijakan UN tahun 2020. Ratas pun digelar melalui video conference yang dihadiri jajaran menteri terkait.

"Siang hari ini akan dibahas kebijakan UN untuk tahun 2020. Kita tahu Covid-19 sangat mengganggu proses pendidikan di tanah air. Kita juga telah melakukan belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19," kata Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan kebijakan belajar dari rumah telah memberikan dampak terhadap rencana pelaksanaan UN di tahun 2020.

Ada sebanyak 8,3 juta siswa dari 106.000 satuan pendidikan di tanah air, mulai dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang seharusnya mengikuti UN di tahun ini.

Karena itu, Jokowi pun memberikan tiga opsi terkait pelaksanaan UN yang harus segera diputuskan pemerintah.

Ketiga opsi tersebut adalah, pertama, UN tetap dilaksanakan; kedua, UN ditunda waktu pelaksanaannya dan ketiga UN ditiadakan sama sekali.

"Oleh sebab itu, harus segera diputuskan dan ada tiga opsi yang dapat kita pilih. Prinsip yang utama yang harus kita pegang adalah kebijakan ini bisa kita ambil, tetapi jangan sampai merugikan dari hak 8,3 juta siswa yang harusnya mengikuti UN yang diadakan," terang Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com