Cokok 5 Tersangka, BNN Sita 32 Kg Sabu

Cokok 5 Tersangka, BNN Sita 32 Kg Sabu
Barang bukti 12 bungkus sabu-sabu yang disita BNN dan Bea Cukai, di Aceh Utara. (Dokumen BNN). ( Foto: istimewa )
Bayu Marhaenjati / WM Selasa, 24 Maret 2020 | 15:46 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com -Badan Narkotika Nasional (BNN), mencokok lima tersangka peredaran narkotika, di Jalan Lintas Sumatera, Asahan, Sumatera Utara, dan di Aceh Utara. Sebanyak 32 kilogram sabu-sabu, disita dari tangan tersangka.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya penyelundupan narkotika dari Tanjung Balai menuju Medan. Tim BNN kemudian melakukan penyelidikan dan awalnya menangkap tiga tersangka.

"BNN dan Bea Cukai telah melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka atas nama Samsul, Asan dan Yani," ujarnya , melalui keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2020).

Dikatakan Arman, petugas menyita 20 kilogram ketika menggerebek mobil yang dikendarai tersangka Syamsul, di Jalan Lintas Sumatera, Asahan, Sumatera Utara.

"Ketika tersangka Syamsul melintas dengan menggunakan mobil dilakukan penggeledahan oleh tim BNN, di dalam mobil ditemukan 20 bungkus, kurang lebih 20 kilogram narkoba jenis sabu-sabu. Kemudian, tim juga menangkap Asan dan Yani sebagai pemesan narkoba," ungkapnya.

Arman menyampaikan, tim BNN dan Bea Cukai kemudian melakukan pengembangan dan menangkap dua tersangka lagi atas nama Mahyudi dan Syahril, di Aceh Utara, hari ini.

"Barang bukti yang disita, 12 bungkus, kurang lebih 12 kilogram narkoba jenis sabu-sabu yang disembunyikan dalam drum minyak warna biru, kemudian ditanam atau dikubur di belakang rumah," katanya.

Menurut Arman, barang bukti sabu-sabu itu berasal dari Malaysia, dan dibawa melalui jalur laut.

"Diserahterimakan di tengah laut dan dibawa atau diselundupkan ke pelabuhan-pelabuhan tikus yang banyak terdapat di Pantai Timur Sumatera. Rencananya, narkoba itu akan diedarkan ke wilayah Aceh, Sumut dan Jakarta,"  katanya.



Sumber: BeritaSatu.com