UGM Beri Bantuan Bilik Antiseptik ke Ditlantas Polda DIY

UGM Beri Bantuan Bilik Antiseptik ke Ditlantas Polda DIY
Box sterilisasi penyemprotan cairan disinfektan atau bilik antiseptik sumbangan Fakultas MIPA UGM ke Ditlantas Polda DIY. ( Foto: Beritasatu Photo / Fuska Sani )
Fuska Sani Evani / FER Selasa, 24 Maret 2020 | 18:30 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Fakultas MIPA UGM menyerahkan sekaligus memasang purwarupa bilik antiseptik kepada Ditlantas Polda DIY. Alat ini dibuat oleh tim yang diketuai oleh dosen FMIPA UGM Dr Mardhani Riasetiawan, bersama dengan relawan yang tergabung dalam covid19.gamabox.id untuk mencegah penyebaran covid-19.

Baca: Jenazah Guru Besar UGM Dimakamkan Tanpa Pelayat

Bilik antiseptik ini berbentuk balok dengan tinggi 2,5 meter dan panjang serta lebarnya 1,5 meter. Pada atas bilik terdapat sensor untuk mendeteksi jika ada seseorang yang lewat dan nantinya terdapat 14 nozzle yang terpasang di tiang-tiang stainless steel akan menyemprotkan cairan disinfektan. Sebagai penutup bilik, terdapat plastik tebal dengan dua sisi yang dibuat seperti tirai sehingga seseorang bisa keluar masuk melewatinya.

"Durasi penyemprotan ini sekitar tiga hingga empat detik. Selama waktu itu, seseorang yang melewatinya harus berputar 360 derajat serta mengangkat kedua tangan serta kakinya secara bergiliran agar seluruh bagian tubuhnya dapat terkena cairan sehingga virusnya mati," papar Mardhani yang juga ketua laboratarium riset sistem komputer dan jaringan UGM, Selasa (24/3/2020).

Mardhani menyebutkan, alat ini dibuat oleh timnya baru sehari kemarin memanfaatkan salah satu bengkel dari relawan di Bantul. "Atas inisiasi dari kawan-kawan relawan kami membuat alat ini. Sekitar enam hingga tujuh orang terlibat aktif dalam pembuatannya," ungkapnya.

Baca: Polda DIY Selidiki Penipuan Jual Masker Online

Mardhani menjelaskan, alasan purwarupa pertama ini diberikan kepada Ditlantas Polda DIY karena lokasinya yang bersebelahan dengan Samsat. Menurutnya, kedua kantor ini setiap hari ramai, baik oleh personelnya sendiri maupun para pengunjung yang ingin mengurus STNK dan BPKB.

"Oleh karena itu, tempat ini menjadi rawan karena setiap harinya mau tidak mau lokasi ini didatangi lebih dari 50 orang. Nantinya, kami akan membuat beberapa lagi yang akan ditempatkan di sentra-sentra pelayanan publik di DIY," pungkas Mardhani.



Sumber: BeritaSatu.com