Antisipasi Virus Corona, Pelabuhan dan Bandara di Papua Tutup Sementara

Antisipasi Virus Corona, Pelabuhan dan Bandara di Papua Tutup Sementara
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan di Pelabuhan Laut Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa, 17 Maret 2020. ( Foto: ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/nz )
Robert Isidorus / FMB Rabu, 25 Maret 2020 | 06:57 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Untuk mencegah penyebaran wabah virus corona atau covid-19 di Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi Papua membatasi masyarakat dari luar masuk ke papua melalui seluruh bandara dan pelabuhan di Papua.

Keputusan ini diambil oleh pemerintah provinsi papua setelah melaksanakan rapat bersama para bupati dari 29 kabupaten/kota dan Forkopimda di Gedung Negara, Kota Jayapura, pada Selasa (24/3/2020) siang.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengungkapkan, keputusan ini harus diambil oleh pemerintah untuk menyelamatkan seluruh masyarakat di Papua dari wabah virus corona.

“Kita tidak lockdown, tapi pembatasan sosial. Ada beberapa daerah yang kita tutup seperti Lapago, Mepago dan Animha. Hal ini kita lakukan untuk menyelamatkan masyarakat Papua dari virus ini,” katanya kepada wartawan usai pertemuan bersama bupati dan Forkopimda di Gedung Negara, Kota Jayapura, pada Selasa (24/3/2020) sore.

Sementara untuk beberapa daerah lainnya, pemerintah menutup penerbangan penumpang melalui bandara maupun pelabuhan di seluruh papua.

“Semua pintu masuk kami tutup. Jadi seluruh penerbangan dan kapal Pelni yang membawa penumpang dilarang. Sementara yang membawa barang boleh masuk. Hal ini mulai berlaku sejak tanggal 26 Maret - 09 April 2020,” terangnya.

Selain itu, kata gubernur, pemerintah memutuskan untuk menutup sementara gereja, masjid, dan melarang aktivitas keagamaan lainnya selama 14 hari ke depan.

“Untuk seluruh masyarakat kami himbau untuk beribadah di rumah. Seluruh tempat ibadah baik masjid dan gereja ditutup selama 14 hari ke depan. Ini adalah kesepakatan bersama FKUB Papua,” ucapnya.

Sementara untuk pasar dan pertokoan hanya beroperasi selama 8 jam. Yakni pukul 06.00-14.00 WIT. “Aktivitas di pasar, toko, dan tempat-tempat keramaian hanya berlaku delapan jam atau sampai jam 2 siang. Setelah itu ditutup,” ucapnya.

Selama proses pembatasan sosial ini berlangsung, maka aparat TNI-Polri akan melakukan patroli untuk menertibkan masyarakat yang masih berkerumun “Aparat TNI-Polri akan melakukan patroli untuk menertibkan warga yang masih berkeliaran maupun berkumpul. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona di Papua,” tandasnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengungkapkan pihaknya mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi Papua dalam menerapkan pembatasan sosial selama 14 hari ke depan.

Patoli Pembubaran
Kapolda menyebut, selama proses pembatasan sosial ini berlangsung, aparat TNI-Polri akan melakukan patroli untuk menertibkan masyarakat yang masih berkerumun.

“Kepada seluruh masyarakat kami himbau tetap di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Jika ajakan ini tidak dituruti maka kami akan melakukan patroli pembubaran. Bagi warga yang masih berkumpul di jalan-jalan kami akan bubarkan,” katanya kepada wartawan di Kota Jayapura, Selasa (24/3) sore.

Kapolda meminta selama pembatasan sosial diberlakukan, masyarakat tidak menimbun alat kesehatan dan bahan makanan, sehingga bisa mencukupi selama 14 hari ke depan.

“Kepada para pihak yang menimbun alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer akan kami tindak. Begitu juga yang menimbun sembako untuk menaikan harga kami tindak tegas, kami tidak main-main soal itu,” tegas Waterpauw.

“Kita akan lakukan sidak ke apotik, toko, pasar, dan tempat lainnya untuk memastikan hal itu. Jika kedapatan pasti di proses,” sambungnya.

Kapolda menambahkan, pihaknya juga akan menindak warga yang menyebarkan berita-berita hoax terkait virus corona. “Tim cyber kami juga akan melakukan patroli melalui media sosial, jika ada yang menyebarkan berita hoax, maka pasti berurusan dengan hukum. Jangan sekali-kali memanfaatkan situasi ini untuk menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com