Pemprov Aceh Siapkan Lab Uji Spesimen Covid-19

Pemprov Aceh Siapkan Lab Uji Spesimen Covid-19
Ilustrasi pemeriksaan Covid-19 di laboratorium. ( Foto: AFP )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 25 Maret 2020 | 09:59 WIB

Banda Aceh, Beritasatu.com - Pemerintah Aceh saat ini tengah mempersiapkan lab kesehatan untuk uji spesimen corona (Covid-19). Jika lab kesehatan ini telah beroperasi, pemerintah Aceh dapat melakukan pemeriksaan spesimen secara mandiri.

"Fasilitas pendukung untuk penanganan Covid-19 terus kita persiapkan dan tingkatkan. Lab pemeriksaan spesimen pasien yang diduga terpapar Covid-19 sedang dipersiapkan dan ditargetkan selesai dalam beberapa hari ini," ujar Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada rapat telekonferensi bersama Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), Selasa (24/3/2020).

Pemerintah Aceh pun semakin agresif dalam menangani virus corona. Pihaknya telah menyiapkan 26 ruang respiratory intensive care unit (RICU) di Rumah Sakit Zainoel Abidin, serta menambah 13 rumah sakit rujukan.

Pada rapat terbatas dengan seluruh jajaran menteri dan gubernur, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menetapkan lockdown atau karantina wilayah. Namun, pemerintah hingga tingkat daerah diminta untuk lebih agresif dalam memerangi virus corona.

"Pada rapat video conference tadi, Pak Presiden menegaskan lockdown tidak akan diberlakukan di Indonesia. Oleh karena itu, seluruh SKPA serta bupati dan wali kota harus mempersiapkan langkah preventif dan kuratif. Ini menjadi kewajiban dan harus dipersiapkan secara terukur teruma dampak ekonomi dan sosial budaya dari Covid-19 ini," tegas Nova.

Di saat yang sama, ia menegaskan agar para SKPA memastikan program pembangunan lainnya tetap berlangsung.

"Selain upaya penanganan Covid-19 yang harus menjadi fokus saat ini, kita juga memiliki tugas pokok lainnya. Program pembangunan di segala bidang yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) juga merupakan kewajiban yang tidak boleh dikesampingkan," tutupnya.

Sebagai informasi, Aceh memiliki total 193 orang dalam pengawasan (ODP) dan 38 pasien dalam pengawasan (PDP) dengan enam di antaranya dalam perawatan. Hingga saat ini, belum terdapat kasus positif terpapar corona di Aceh.



Sumber: PR