Darurat Pandemi Covid-19, Kampus Diminta Buat Pembelajaran Kreatif

Darurat Pandemi Covid-19, Kampus Diminta Buat Pembelajaran Kreatif
Ilustrasi kuliah dalam jaringan (online). ( Foto: Istimewa )
Maria Fatima Bona / EAS Rabu, 25 Maret 2020 | 12:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Nizam, mendorong kampus melakukan pembelajaran kreatif dalam situasi darurat pandemi Covid-19. Bagi kampus yang belum bisa menjalankan pembelajaran dalam jaringan, dapat menjalankan pembelajaran luar jaringan atau luring yang kreatif, sesuai semangat kebijakan Kampus Merdeka.

Nizam mencontohkan mahasiswa dapat mengerjakan tugas mandiri atau pun proyek-proyek yang dapat menambah wawasan keilmuan. Tugas mandiri ini dapat dikaitkan dengan upaya penanggulangan pandemi Covid-19, misalnya mahasiswa program studi (prodi) Kimia diarahkan untuk membuat cairan pembersih tangan, disinfektan, atau segala sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk melawan pandemi.

"Mahasiswa lain juga bisa membuat alat pelindung diri (APD) untuk membantu para tenaga kesehatan. Banyak hal yang bisa dilakukan," kata Nizam yang juga Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini kepada media secara daring, Selasa (24/3/2020) malam.

Nizam juga menyebutkan alternatif lain, semisal mahasiswa berpartisipasi sebagai relawan tanggap darurat penanganan Covid-19. Partisipasi mahasiswa tersebut nantinya dapat dikonversi sebagai bentuk pembelajaran sehingga dapat disetarakan seperti kuliah kerja Nnyata (KKN) dan dihitung bagain dari sistem kredit semester (SKS).

Hasil pembelajaran tersebut tidak hanya dapat disetarakan SKS dan menambah kompetensi mahasiswa, namun juga dapat dijadikan solusi melawan pandemi Covid-19.

Nizam berharap melalui upaya-upaya kecil tersebut, secara akumulatif dapat menjadi gerakan massal untuk mengatasi pandemi.

"Saat ini sudah ada kurang lebih 15.000 relawan mahasiswa, terutama bidang kesehatan, yang sudah siap hadapi pandemi Covid-19.Tidak hanya menambah kompetensi mahasiswa, namun sekaligus dapat menjadi karya nyata untuk masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mendukung kampus menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring selama masa darurat, Kemdikbud menyediakan platform pada laman learning management system (LMS) yang disediakan kampus lain melalui jejaring sistem pembelajaran daring (Spada). Hal ini untuk mengantisipasi perguruan tinggi yang belum memiliki model pembelajaran daring.

Menurut Nizam, pembelajaran daring juga bisa dilakukan secara sharing dengan perguruan tinggi yang ada di daerah. Bisa dengan melakukan sendiri atau bergabung dengan yang sudah ada.

"Misalnya kita memiliki Universitas Terbuka (UT) yang sudah terbiasa dengan melakukan pembelajaran daring, nanti perguruan tinggi lain juga dapat saling berkolaborasi dan sharing metode pembelajarannya," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com