1.152 Warga Binaan Dapat Remisi Khusus Hari Raya Nyepi

1.152 Warga Binaan Dapat Remisi Khusus Hari Raya Nyepi
Ilustrasi. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / CAH Rabu, 25 Maret 2020 | 16:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjenpas Kemkumham) memberikan Remisi Khusus (RK) kepada 1.152 dari 1.785 warga binaan pemasyarakatan beragama Hindu di seluruh Indonesia. Remisi khusus ini diberikan terkait peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 yang jatuh pada Rabu (25/3/2020).

"Sebanyak 1.151 narapidana menerima RK I atau pengurangan sebagian dengan rincian 294 orang menerima remisi 15 hari, 755 narapidana mendapat remisi 1 bulan, 84 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 18 narapidana. Sementara itu, 1 orang menerima RK II atau langsung bebas usai menerima remisi 15 hari," papar Plt Dirjen Pemasyarakatan Nugroho dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Nugroho memastikan remisi ini diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan. Dengan pemberian remisi ini, Nugroho berharap dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lain untuk membenahi sikap dan perilaku sehari-hari.

Baca Juga: Wapres: Makna Nyepi Sejalan dengan Imbauan Social Distancing

"Pemberian remisi juga merupakan wujud negara hadir untuk memberikan perhatian dan penghargaan bagi narapidana untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan," kata Nurgoho.

Dalam kesempatan ini, Nugroho menegaskan pemerintah, termasuk jajaran Ditjen Pemasyarakatan tetap menjamin hak-hak warga binaan seperti pemberian remisi, hak integrasi, layanan kunjungan online hingga layanan kesehatan, meski di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Dikatakan, beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan tengah disiapkan sebagai rujukan isolasi mandiri apabila terdapat tahanan dan narapidana ODP dan PDP virus corona. Sejumlah UPT itu, di antaranya LPKA Medan, Lapas Pemuda Tangerang, Lapas Salemba, Lapas Wirogunan, Lapas Purwokerto, Rutan Perempuan Bandung dan Lapas Porong.

"Wilayah lainnya akan mengusulkan UPT Pemasyarakatan yang dapat menjadi rujukan isolasi mandiri,” kata Nugroho.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjen Pemasyarakatan, Junaedi, menjelaskan pemberian Remisi Khusus Hari Raya Nyepi Tahun 2020 menghemat anggaran makan narapidana sebanyak Rp 542.865.000. Secara rinci dipaparkan Junaedi, Rp 542.640.000 dari 1.151 narapidana penerima RK I dan Rp 225.000 dari 1 narapidana penerima RK II yang langsung bebas.

Baca JugaBandara Ngurah Rai Hentikan Operasional Selama Hari Nyepi

Narapidana terbanyak yang mendapat remisi khusus Hari Raya Nyepi Tahun 2020 berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemkumham Bali sebanyak 796 orang, Kanwil Kemkumham Kalimantan Tengah sebesar 69 orang, dan Kanwil Kemkumham Sulawesi Selatan berjumlah 58 orang.

"Pemberian remisi tidak hanya merupakan reward kepada narapidana yg berkelakuan baik serta memenuhi syarat administratif dan substantif, akan tetapi berdampak pada penghematan anggaran negara dengan berkurangnya masa pidana yg harus dijalani," papar Junaedi.

Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3614) dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3846), perubahan pertama : Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2006, perubahan kedua Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, serta Keputusan Presiden No. 174 /1999 tentang Remisi. 



Sumber: BeritaSatu.com