Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Call Center 112 Lambat Beraksi

Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Call Center 112 Lambat Beraksi
Ambulans Gawat Darurat Dinkes DKI Jakarta (Sumber: IST)
Yustinus Paat / RSAT Rabu, 25 Maret 2020 | 17:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Unit Ambulance Gawat Darurat Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengakui, pihaknya kadang lambat dalam merespon atau menjemput pasien terduga terjangkit virus corona yang telah menghubungi melalui call center 112. Salah satu alasannya, kata Iwan, pihaknya tidak mudah mencari rumah sakit rujukan bagi pasien yang bersangkutan.

"Kegiatan ambulans melayani semua kasus, untuk Covid-19 tidak gampang untuk dapat RS Rujukan, harus dipastikan ada tempat, baru kita rujuk," ujar Iwan saat dihubungi, Rabu (25/3/2020).

Selain itu, kata Iwan, bisa juga disebabkan karena semua ambulans baik yang khusus untuk Covid-19 atau ambulans yang biasa, sedang melakukan aktivitas yang penuh termasuk melayani pasien positif corona. Saat ini, kata Iwan, Dinkes DKI memiliki 5 unit ambulans infeksi, dan 64 unit ambulans biasa.

"Persiapan untuk ambulans infeksi (khusus Covid-19) butuh waktu lebih lama," ungkap Iwan.

Iwan menyebutkan pihaknya telah menyiagakan 64 unit ambulans biasa selama 24 jam untuk juga melayani pasien Covid-19. Hanya saja terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi antara lain, ambulansnya harus sering disemprot disinfektan dan petugas harus mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Perbedaan ambulans infeksi dengan yang biasa, salah satunya ada pembatas antara ruang penumpang dengan petugas, ada penyedot udara dan APD lebih banyak. Sementara untuk peralatan kegawatdaruratannya sama," tutur Iwan.

Lebih lanjut, Iwan mengatakan seharusnya standar waktu respon terhadap pasien yang menelpon melalui 112 adalah 30 menit. Namun, kata dia, hal tersebut situasional, tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi sehingga penjemputan bisa lebih lama atau lebih cepat.

"Kami juga mengimbau ke masyarakat kalau statusnya masih ODP atau kondisi stabil sebaiknya isolasi mandiri di rumah. Kalau pun butuh ambulans silakan menghubungi call center 112/119, layanan AGD Dinkes Gratis untuk yang ber KTP DKI," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com