Pemprov Aceh Bagikan Masker dan APD untuk Tenaga Medis Covid-19

Pemprov Aceh Bagikan Masker dan APD untuk Tenaga Medis Covid-19
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". ( Foto: AFP )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 25 Maret 2020 | 21:51 WIB

Banda Aceh, Beritasatu.com - Pemerintah Aceh telah membagikan 336 alat pelindung diri (APD) dan 42.000 lembar masker kepada tenaga medis sebagai garda terdepan melawan virus corona (Covid-19). 

Adapun pemberian APD ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Perlengkapan penanganan Covid-19 ini kemudian didistribusikan bagi 29 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

"Kami distribusikan secara proporsional sesuai dengan data dan estimasi beban pelayanan masing-masing RS," ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh untuk Covid-19 Saifullah Abdulgani pada keterangan tertulis yang diterima Rabu (25/3/2020).

Saifullah menjelaskan, RSUD Zainoel Abidin (RSUZA) sebagai RS rujukan utama Covid-19 di Aceh akan mendapatkan 50 set APD dan 10.000 lembar masker. Kemudian, 50 set APD dan 5.000 lembar masker akan diberikan bagi tenaga medis di RSUD Cut Mutia, Lhokseumawe.

Adapun 11 RSUD lainnya yang tengah dipersiapkan sebagai RS rujukan masing-masing mendapatkan 12 set APD dan 1.000 lembar masker.

Di antaranya adalah RS Meuraxa Banda Aceh, RS Teungku Chik Di Tiro, RS dr. Fauziah, RS Langsa, RS Datu Beru, RS Sultan Iskandar Muda, RS Teungku Peukan, RS Zubir Mahmud, RS Ali Kasim, RS H Sahuddin, dan RS Yulidin Away.

Kemudian, sisanya dibagikan kepada 16 RSUD di Banda Aceh maupun di kabupaten/kota lainnya.

ODP di Aceh Bertambah

Per hari ini, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Aceh bertambah sebanyak 23 orang dari 193 orang. Alhasil, kini terdapat 216 ODP di Aceh.

"Hal ini terjadi karena bertambahnya orang Aceh yang kembali dari daerah penularan lokal maupun daerah transmisi di luar negeri," ujar Saifullah.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dalam perawatan kini sebanyak enam orang. Lima PDP dirawat di respiratory intensive care unit (RICU) di RSUZA, sedangkan satu PDP lainnya berada di RSUD Cut Mutia Lhokseumawe.

Terkait salah satu PDP yang meninggal pada Senin (23/3/2020), pihaknya menegaskan bahwa korban tersebut belum dikonfirmasikan terpapar positif corona. Sebab, spesimen korban masih dalam pemeriksaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta.

Saat ini, PDP meninggal tersebut telah dimakamkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan Badan Kesehatan Nasional (WHO).



Sumber: PR