Corona Mewabah, Pembuat Peti Jenazah di Tangerang Kebanjiran Order

Corona Mewabah, Pembuat Peti Jenazah di Tangerang Kebanjiran Order
Pembuat peti mati di Tangerang. ( Foto: Beritasatu Photo / Chairul Fikri )
Chairul Fikri / JAS Rabu, 25 Maret 2020 | 23:45 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Makin meningkatnya angka penderita positif akibat virus corona atau Covid-19 di Indonesia menimbulkan keprihatinan mendalam bagi masyarakat di Indonesia. Terlebih kian hari angka penderita positif corona juga semakin meningkat seiring dengan pemerintah yang kian kesulitan menangani makin banyaknya angka positif corona di Indonesia.

Hal itu ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para pengusaha dan pembuat peti jenazah di wilayah Kota Tangerang, Mereka mengaku banyak menerima pesanan peti mati dari beberapa rumah sakit di wilayah provinsi Banten dan DKI Jakarta. Hal tersebut diungkapkan pembuat peti mati Tangerang, Saring Siswanto saat ditemui wartawan, Rabu (25/3/2020).

"Selama belakangan ini, permintaan peti mati memang cukup meningkat. Bila seminggu biasanya kita bisa menyelesaikan 1-2 peti mati dan itupun dibuat tergantung permintaan. Namun saat merebaknya virus corona ini permintaannya cukup melonjak," papar Saring.

"Sehari bisa 1-2 peti yang di selesaikan karena memang permintaannya cukup tinggi khususnya dari rumah sakit buat pasien yang meninggal karena virus corona yang memang harus menggunakan peti mati, sejauh ini sudah ada permintaan untuk stok rumah sakit bisa mencapai 20-30 peti untuk beberapa rumah sakit di Banten dan DKI Jakarta," ungkap Saring.

Ditambahkan Saring, ada beberapa hal yang mungkin membedakan peti mati yang biasa diproduksinya dengan peti mati khusus bagi pasien corona yakni dengan menambahkan bahan aluminium foil sebagai pelapis kayu meranti yang biasa digunakan untuk bahan dasar peti mati.

"Bedanya ada aluminium foil sebagai lapisan pelindung untuk menghindari paparan dari jenazah bagi yang menguburkan agar tidak terpapar dari jenazah. Dan masalah harga juga enggak ada perbedaan yang mendasar. Paling kalau biasa satu peti itu seharga Rp. 1,5 juta kalau peti mati khusus penderita corona ini bisa Rp 2 juta," lanjutnya.

Meski begitu, Saring berharap agar virus corona ini bisa cepat ditanggulangi pemerintah agar tak makin banyak orang yang terpapar dan meninggal karena virus corona di Indonesia.

"Saya sih berharap semuanya bisa kembali pulih. Karena kita juga agak kesulitan cari bahan untuk bikinnya," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com