Pasien Covid-19 di DIY Bertambah 12 Orang, Termasuk Bayi 4 Bulan

Pasien Covid-19 di DIY Bertambah 12 Orang, Termasuk Bayi 4 Bulan
Petugas medis melakukan penanganan pasien corona. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc)
Fuska Sani Evani / LES Kamis, 26 Maret 2020 | 09:36 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Total pasien positif Covid-19 di DI Yogyakarta pada Rabu (25/3/2020) malam, mencapai 18 orang atau bertambah 12 orang, dua di antaranya sudah meninggal dunia, dan uji Covid-19 pada dua orang yang juga sudah meninggal, belum keluar.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, pertambahan 12 kasus tersebut yakni, kasus ke-7 di DIY, laki-laki (7 tahun), asal Bambanglipuro Bantul dirawat di RS Panembahan Senopati. Kasus-8 di DIY, laki-laki (36) asal Kalasan Sleman dirawat di RS Jogja International Hospital.

Kasus-9 di DIY, bayi laki-laki berumur 4 bulan, asal Wates Kulonprogo dirawat di RSUD Wates.

Kasus-10 di DIY, laki-laki (69) asal Depok Sleman (meninggal) di RS Bethesda Yagyakarta, kasus-11 di DIY, laki-laki (55) asal Ponjong Gunungkidul di RSUD Wonosari, kasus-12 di DIY, perempuan (35) asal Gamping Sleman dirawat di RS Panti Rapih, kasus-13di DIY, laki-laki (39) asal Umbulharjo Kota Yogyakarta dirawat di RS Panti Rapih. Kasus-14 di DIY, laki-laki (71) asal Gondomanan berdomisili di Kasihan Bantul dirawat di RS Panti Rapih, kasus-15 di DIY, perempuan (59) asal Ngaglik Sleman di RS Panti Rapih, kasus-16 di DIY, perempuan (61) asal Ngemplak Sleman di RS Panti Rapih, kasus-17 di DIY, laki-laki (54) asal Kebumen Jawa Tengah (meninggal) di RS Panti Rapih dan kasus-18 di DIY, laki-laki (14 tahun) asal Depok Sleman di RS BHayangkara.

Sedang dua orang meninggal yakni, PDP laki-laki umur 73 tahun asal Jetis Bantul yang meninggal di RS Panembahan Senopati Bantul pada 18 Maret dan pasien laki-laki (66) asal Wonosari Gunungkidul yang meninggal di RS Panti Rapih pada 24 Maret, hasil tes swab Covid-19 belum keluar.

Berty Murtiningsih membenarkan, pemeriksaan swab Covid-19 pada Rabu melonjak tajam dari sebelumnya yaitu 6 orang positif, satu balita umur 3 tahun sembuh dan satu orang meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan laboratorium dua pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona (Covid-19) memang menjadi lama, karena DIY terkendala kurangnya komponen primer yang digunakan untuk tes Covid-19.

Meski laboratorium untuk pemeriksaan sampel Covid-19 ini sudah bisa dilakukan di DIY yakni di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIY.

"Memang beberapa hari yang lalu lab yang di Yogyakarta, BBTKLPP mengalami kekurangan primer. Sehingga menunggu kiriman dari pemerintah pusat," katanya.

Keluarnya hasil tes Covid-19 ini membutuhkan waktu sejak sampel dikirim ke laboratorium. Walaupun begitu, Berty menyebut pada 23 Maret ini BBTKLPP DIY sudah mendapat kiriman komponen primer yang digunakan untuk tes Covid-19.

"Hasil tes keluar dua sampai tiga hari. Hari ini primer telah tersedia di BBTKLPP Yogyakarta," ujarnya.

Sementara itu, diketahui, orang dalam pengawasan (OPD) Corona di DIY tertinggi berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul, dari total 800 lebih OPD di seluruh DIY.

Kabupaten Gunungkidul diketahui menjadi wilayah paling banyak tersebar ODP yakni mencapai 263 orang dengan PDP tiga orang. Disusul Sleman sebanyak 218 orang.

Diketahui, ODP terbanyak, berada di Kecamatan Depok yakni 38 orang disusul Godean 29 orang.

Selain ODP, jumlah PDP di wilayah ini tercatat sebanyak 27 orang. Sementara di Kabupaten Bantul, jumlah ODP telah mencapai 139 orang dan terbanyak berada di Kecamatan Bantul sebanyak 26 orang.



Sumber: BeritaSatu.com