Wabah Corona Ancam Narapidana di Lapas

Wabah Corona Ancam Narapidana di Lapas
Ilustrasi narapidana di lembaga pemasyarakatan. (Foto: Antara)
Yeremia Sukoyo / YS Kamis, 26 Maret 2020 | 13:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi salah satu zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19 karena tingginya risiko penularan. Apalagi selama ini seluruh Lapas di Indonesia sudah mengalami kelebihan kapasitas.

Atas kondisi itu, sejumlah kalangan kembali meminta wakil rakyat untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemasyarakatan menjadi Undang-undang (UU). Langkah demikian harus diambil mengingat jumlah penghuni Lapas maupun Rutan semakin tidak terbendung.

Salah satu contoh, di Rutan Cipinang yang seharusnya hanya dihuni 1.000 orang, saat ini penghuninya sudah mencapai 4.000 orang. Akibatnya, instruksi pemerintah untuk tidak membuat kerumunan tidak bisa dilakukan.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta DPR bisa bergerak cepat dengan mengesahkan UU Pemasyarakatan. Jika tidak, maka ancaman mewabahnya virus corona bukan tidak mungkin akan menyasar ke dalam Lapas.

"Mau tidak mau RUU pemasyarakatan harus segera disahkan. Justru ini harus menjadi prioritas dan mendesak, karena dengan adanya UU itu nantinya akan mencabut PP No.99," kata Trubus, di Jakarta, Kamis (25/3/2020).

Menurutnya, masalah RUU Pemasyarakatan tersebut sudah cukup mendesak. Permasalahannya bukan hanya masalah kelebihan kapasitas, namun masalah lain seperti Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional.

Dengan disahkannya, undang-undang tersebut, maka akan berpengaruh terhadap pencegahan atas covid 19. Terlebih, instruksi terkait sosial distance sama sekali tidak bisa berjalan di lapas maupun di rutan.

Selain pengesahan RUU itu juga akan menjadi entry point untuk pembenahan lapas, untuk payung hukum, perangkat, dan teknologi. Apalagi sekarang masalah teknologi belum diperbarui dan sistem informasi juga perlu untuk diperbarui. 



Sumber: Suara Pembaruan