Pemerintah Diminta Segera Lakukan Langkah Strategis Hentikan Penyebaran Corona

Pemerintah Diminta Segera Lakukan Langkah Strategis Hentikan Penyebaran Corona
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". ( Foto: AFP / Alberto Pizzoli )
Yeremia Sukoyo / YS Kamis, 26 Maret 2020 | 13:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Data yang dikeluarkan pemerintah menunjukkan pasien positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Di sisi lain, dari hari ke hari jumlah pasien meninggal dunia juga mengalami peningkatan dan pasien yang sembuh masih jauh lebih kecil dari yang diharapkan.

Pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menjelaskan, tren kenaikan jumlah positif virus corona salah satu penyebab utamanya adalah masih adanya anggota masyarakat, baik di perkotaan maupun di desa-desa, yang belum menaati protokol penanganan dan dampak penyebaran virus corona.

"Lihat saja, di beberapa pelayanan publik bahwa jarak fisik belum sesuai standar kesehatan dan masih ada yang belum menggunakan APD yang memadai sesuai dengan situasi dan relasi sosial di tempat tersebut," kata Emrus, di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Dijelaskan, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menghambat penyebaran virus corona. Upaya tersebut harus diapresiasi, namun masyarakat sebaiknya juga mentaati kebijakan physical distancing yang terus menerus diingatkan pemerintah.

Menurut Emrus, saat ini ada sedikitnya empat upaya strategis yang dapat dilakukan dan dimaksimalkan. Semua sebagai bagian dari upaya negara dalam menahan laju penyebaran virus corona.

Pertama, semua pihak diingatkan untuk mendukung maklumat Kapolri dalam keseharian. Sekalipun maklumat dapat diartikan sebagai pemberitahuan atau pengumuman, namun demi keselamatan bersama tidak ada salahnya setiap WNI memaknai isi maklumat sebagai kewajiban.

"Untuk melaksanakan maklumat Kapolri yang sangat bagus ini, saya menyarankan, perlu penegakan hukum dan peraturan yang terkait dengan penanganan wabah penyakit menular secara tegas, namun tetap terukur," ucap Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner itu.

Kedua, yaitu mutlak harus ada unit kerja di setiap tingkatan gugus tugas untuk melakukan pengawasan secara ketat. Dicontohkan, pelayanan publik di bandara, harus dapat dipastikan semua orang melakukan jarak fisik.

Unit inilah yang mengawasi secara terukur semua protokol yang sudah dirumuskan oleh setiap tingkatan gugus tugas. Contoh lainnya, bagaimana penyediaan hand sanitizer dan masker di setiap bandara dan pasokan ke apotek milik BUMN.

"Jarak fisik, penyediaan hand sanitizer dan masker, di bandara bertaraf internasional sekalipun, tampaknya belum dilakukan maksimal. Untuk itu, saya menyarankan kepada Menteri BUMN menugaskan orang lain yang bukan pegawai Kementerian BUMN melakukan uji pengawasan," ucapnya.

Kemudian strategi lainnya yakni juga mutlak harus dibentuk secara khusus Unit Promosi Kesehatan di setiap tingkatan gugus tugas. Unit inilah yang memastikan anggota masyarakat dapat menjalankan imbauan pemerintah untuk menjalani protokol penanganan dan dampak penyebaran virus.

"Salah satu tugas Unit Promosi Kesehatan ini, misalnya, menarasikan kembali semua protokol penanganan penyebatan dan penanggulangan dampak virus corona dalam gaya bahasa dan disesuaikan dengan perilaku kearifan lokal," ujar Emrus.

Selanjutnya yang keempat yakni dirinya menyarankan adanya Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dari ilmuan yang mendalami dan menguasi penyakit menular dan penyebaran virus. Wamen itu nantinya harus mempunyai kemampuan akademik mengambil langkah-langkah strategis dari aspek medis, sosial dan politik kenegaraan.

"Saya menyarakan kepada Presiden Joko Widodo sesegera mungkin mengangkat seorang Wamenkes untuk melakukan tugas tersebut dari seorang virolog yang sangat mumpuni di bidangnya," kata Emrus.



Sumber: Suara Pembaruan