Cegah Corona, Mendes: Dana Desa Bisa Dibelikan Vitamin bagi Lansia

Cegah Corona, Mendes: Dana Desa Bisa Dibelikan Vitamin bagi Lansia
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. ( Foto: Kemendes PDTT )
Jayanty Nada Shofa / JNS Kamis, 26 Maret 2020 | 14:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendorong agar seluruh perangkat desa semakin agresif dalam pencegahan corona (Covid-19). Salah satunya adalah dengan memastikan daya tubuh kelompok usia lanjut dan berpenyakit kronis. Sebab, mereka adalah kelompok yang lebih rentan terserang oleh virus corona tersebut.

"Dana desa diperbolehkan untuk membeli suplai vitamin karena kunci dari pencegahan Covid-19 adalah daya tahan tubuh atau imun," ujar sosok yang akrab disapa Gus Menteri ketika melakukan telekonferensi dengan sejumlah perangkat desa pada Rabu (25/3/2020).

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dana desa saat ini harus difokuskan untuk program padat karya tunai (PKT), serta penanganan Covid-19.

"Untuk penanganan Covid-19, difokuskan untuk pencegahan karena saat ini belum banyak desa yang terpapar jadi harus diantisipasi," ujarnya.

Selain suplai vitamin, terdapat protokol pencegahan lainnya yang dapat diikuti.

Di antaranya adalah pendataan dan pemeriksaan warga desa yang telah bepergian dari luar wilayah di rumah sakit atau puskesmas terdekat. Apabila dinyatakan sehat, warga tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari terlebih dahulu.

Beberapa fasilitas seperti ruang sekolah atau balai desa dapat dialihfungsikan menjadi ruang isolasi bagi warga yang terpapar virus corona.

Bagi desa yang berdekatan dengan wilayah terjangkit juga dapat menggunakan dana desa untuk penyediaan dan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah lokasi keramaian seperti tempat beribadah ataupun pasar.

Adapun pencegahan lainnya dapat berupa pembangunan posko pencatatan pergerakan warga yang masuk atau keluar desa.

Gus Menteri pun menegaskan agar warga setempat hanya diperbolehkan untuk meninggalkan desa apabila ada kebutuhan mendesak.

"Jika desa melakukan protokol kesehatan dengan benar dan disiplin, virus corona ini tidak akan bisa masuk ke desa. Pencegahan ini harus dilakukan semaksimal mungkin dan jangan lupa berdoa. Ini termasuk ikhtiar untuk pencegahan," tutup Gus Menteri.

Pada telekonferensi tersebut, turut hadir beberapa perangkat desa di sejumlah wilayah seperti Mesuji, Nunukan, Pinrang, Sikka, serta Bandung Barat.



Sumber: PR