Pemakaman Asisten Pemkot Medan Sempat Ditolak Warga

Pemakaman Asisten Pemkot Medan Sempat Ditolak Warga
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". ( Foto: AFP / Alberto Pizzoli )
Arnold H Sianturi / JEM Kamis, 26 Maret 2020 | 15:10 WIB

Medan, Beritasatu.com - Proses pemakaman jenazah Asisten Pemerintahan Kota (Pemkot) Medan, Musaddad Nasution, pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Haji Adam Malik Medan, sempat mengalami kendala, Rabu (25/3/2020) malam.

Kendala yang dihadapi tim khusus dalam menguburkan itu karena saat penguburan ditolak oleh segelintir warga yang tinggal di sekitar Pekuburan Muslim Jalan Brigjen Katamso Medan. Warga menduga almarhum positif corona. Namun, setelah melalui proses negoisasi, pemakaman Musaddad akhirnya selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Proses pemakaman ini pun hanya dilakukan oleh petugas khusus yang memakai perlengkapan alat pelindung diri (APD). Alat ini yang biasa digunakan untuk pasien corona. Pemakaman ini juga dikawal oleh aparat kepolisian dan TNI, yang melakukan pengamanan dengan mengambil posisi jarak aman dari lokasi pemakaman.

Kepala Sub Bagian Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Dorothy Simanjuntak membenarkan, Musaddad merupakan pasien yang masuk dalam kategori PDP di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Musaddad dirawat di rumah sakit karena memiliki keluhan demam disertai batuk, sejak 23 Maret 2020 kemarin.

"Namun belum ada hasil riset yang menyebutkan almarhum positif terjangkit virus corona. Hasil penelitian dari laboratorium Balitbangkes belum keluar. Hanya saja, almarhum memiliki riwayat perjalanan ke luar kota," jelasnya.

Berdasarkan informasi, Musaddad memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta. Dia dikabarkan ikut mendampingi Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, yang pada saat itu mengikuti rapat terbatas dipimpin Presiden Joko Widoso di Istana Negara. Saat itu, Menteri Perhubungan Budi Karya, juga hadir sebelum dinyatakan positif corona. 



Sumber: BeritaSatu.com