Kemag Tetapkan 7 Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19

Kemag Tetapkan 7 Protokol Pengurusan Jenazah Pasien Covid-19
Pemakaman jenazah Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof dr Iwan Dwiprahasto meninggal dunia pada Selasa, 24 Maret 2020di RSUP dr Sardjito Yogyakarta dilakukan dengan tingkat keamanan tinggi dan tanpa dihadiri pelayat. (Foto: Suara Pembaruan/Fuska Sani)
Maria Fatima Bona / EAS Kamis, 26 Maret 2020 | 15:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Ditjen Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama (Kemag) menerbitkan 7 protokol pengurusan jenazah pasien Covid-19 yang beragama Katolik. Plt Dirjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha mengatakan, protokol diterbitkan sebagai panduan bersama jika ada umat Katolik yang meninggal dengan status pasien Covid-19.

"Protokol ini kami susun setelah berkoordinasi dengan KWI (Konferensi Waligereja Indonesia,Red)," kata Aloma berdasarkan siaran pers yang diterima Beritasatu.com ,Kamis (26/3/2020).

Aloma menyebutkan, pada prinsipnya pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemkes) dengan 7 protokol. 

Pertama, pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kemkes.

Kedua, jenazah pasien Covid-19 dipakaikan pakaian sepantasnya lalu dimasukkan ke dalam kantung jenazah berbahan plastik yang tidak dapat tembus air dan kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.

Ketiga, jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti tidak boleh dibuka lagi kecuali dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas berwenang.

Keempat, jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam.

Kelima, khusus mengenai penghantaran jenazah ke pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan (Dinkes). Bahkan untuk urusan ibadah pemakaman harus mengikuti prosedur tersebut.

Keenam, ibadah pemakaman diatur oleh petugas Gereja Katolik sesuai dengan prosedur ibadah pemakaman biasa dengan hanya mengikutsertakan perwakilan keluarga yang jumlahnya disesuaikan berdasarkan saran atau petunjuk petugas kesehatan.

Ketujuh, selama ibadah pemakaman, seluruh petugas Gereja Katolik dan perwakilan keluarga harus mengikuti prosedur kesehatan menyangkut sanitasi, physical distancing, dan hal-hal lainnya yang diatur dalam pencegahan infeksi Covid-19.



Sumber: BeritaSatu.com