67 Titik Area Publik di Kota Serang Disemprot Disinfektan

67 Titik Area Publik di Kota Serang Disemprot Disinfektan
Situs Penangulangan Covid-19 Provinsi Banten. ( Foto: Istimewa )
Laurens Dami / JEM Kamis, 26 Maret 2020 | 18:44 WIB

Serang, Beritasatu.com - Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten melakukan penyemprotan desinfektan di 67 titik fasilitas umum dan area publik di Kota Serang. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di ibu kota Provinsi Banten.

"Selain melakukan penyemprotan di wilayah yang masuk zona merah, yaitu di Tangerang Raya. Kami juga perlu melakukan upaya pencegahan di wilayah-wilayah yang belum terpapar, termasuk Kota Serang," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, di Serang, Kamis (26/3/2020).

Wahidin mengatakan, mobilitas masyarakat Kota Serang yang melakukan perjalanan ke wilayah yang telah terpapar Covid-19 memang sudah berkurang. Namun, masyarakat luar Kota Serang yang datang berkunjung masih ada. Sehingga, perlu dilakukan langkah preventif untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Area publik seperti terminal, pasar, masjid, jalur-jalur protokol, hingga pondok pesantren tempat banyak orang berkerumun, harus disemprot disinfektan," tegasnya

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Nana Suryana menjelaskan, Pemprov Banten bekerja sama dengan Korem 064/MY, Polda Banten melakukan penyemprotan disinfektan di Kota Serang.

Adapun rute yang dilaksanakan penyemprotan disinfektan antara lain lampu merah Palima sampai dengan lampu merah Kebon Jahe, dari Polda Banten sampai dengan Alun-alun Kota Serang, wilayah Kecamatan Cipocok Jaya, lingkungan Kelurahan Kaligandu dan lingkungan Kelurahan Unyur.

"Penyemprotan disinfektan yang dilakukan pada hari ini meliputi kurang lebih 67 titik. Sebagian di antaranya meliputi titik di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), jalur protokol Pakupatan-Palima, Terminal Pakupatan, Pasar Rau, Pasar Taman Sari, masjid-masjid baik di sekitar ruas jalur protokol maupun komplek perumahan hingga pondok pesantren," ujar Nana. 



Sumber: BeritaSatu.com