Pemkot dan Pemkab Tangerang Siap Gelar Rapid Test Corona

Pemkot dan Pemkab Tangerang Siap Gelar Rapid Test Corona
Ilustrasi rapid test. ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Kamis, 26 Maret 2020 | 18:55 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Pemeritah Kota Tangerang menyatakan kesiapan untuk melaksanakan rapid test corona. Ini dipastikan setelah Pemkot Tangerang menerima alat rapid test yang dibagikan pemerintah pusat. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan Pemkot saat ini tengah melakukan persiapan terkait pelaksanaan tes corona.

"Kami mendapat bantuan sebanyak 2.400 alat rapid test dan 400 alat pelindung diri (APD) yang akan dibagikan kepada Rumah Sakit dan Puskesmas di wilayah Kota Tangerang. Sejauh ini masalah tempat dan kapan dilaksanakannya kita masih berkoordinasi dengan Pemkot Tangerang, tapi yang jelas akan secepatnya," ungkap Liza ketika dihubungi Beritasatu.com, Kamis (26/3/2020).

Senada dengan Liza, Ketua Satgas Covid-19 Kota Tangerang, Herman Suwarman menyatakan bahwa pelaksanaan rapid test diprioritaskan untuk para tenaga medis dan keluarga pasien yang positif corona di wilayah Kota Tangerang.

Baca Juga: ODP Covid-19 di Banten Capai 1212 Orang, Positif 50 Orang

"Jadi untuk sementara ini, yang bisa melakukan tes adalah tenaga medis yang ada di wilayah Kota Tangerang dan pasien yang dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), pasien suspect corona dan keluarga pasien yang sudah positif corona. Sedangkan untuk masyarakat umum belum karena kita masih memproritaskan pemeriksaan terhadap yang tadi saya sebutkan," tambah pria yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang itu.

Kesiapan untuk menggelar rapid test juga ditegaskan Kabupaten Tangerang. Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19, Hery Heriyanto mengatakan pemkab baru menerima 600 paket alat rapid test yang rencanaya hanya untuk tenaga medis di seluruh rumah sakit di wilayah Kabupaten Tangerang.

Baca JugaRSUD Banten Diubah Jadi Rumah Sakit Khusus Covid-19

"Pelaksanaanya akan dilakukan di tiga rumah sakit di wilayah Kabupaten Tangerang seperti RSU Balaraja, RSU Pakuhaji dan RSUD Kabupaten Tangerang dan direncanakan akan besok dilaksanakan," tutur Hery.

Ditambahkan Hery, 600 alat tes yang dibagikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Banten tersebut dirasakan memang sangat kurang lantaran Kabupaten Tangerang sendiri lokasinya luas dan masuk zona merah kawasan penyebaran corona di Provinsi Banten.

"Bupati Kabupaten Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar masih terus mencari dan meminta tambahan dari pihak provinsi untuk penyediaan alat tes corona itu. Kami juga berusaha menggandeng beberapa pengusaha di wilayah Kabupaten Tangerang untuk sama-sama mencari alat rapid test. Pastinya Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berusaha untuk terus melakukan pencegahan terhadap penyebaran corona di wilayah kita," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com