Papua Batasi Penerbangan, 1 PDP Corona di Sorong Meninggal Dunia

Papua Batasi Penerbangan, 1 PDP Corona di Sorong Meninggal Dunia
Paramedis menangani pasien terinfeksi virus "corona". ( Foto: AFP / Alberto Pizzoli )
Robert Isidorus / JEM Kamis, 26 Maret 2020 | 19:09 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Keputusan Pemerintah Provinsi Papua untuk membatasi penerbangan penumpang di seluruh bandara di Papua mulai berlaku hari ini, Kamis, 26 Maret 2020. Hal ini sebagai upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 di provinsi paling Timur Indonesia.

Adanya kebijakan ini menyebabkan aktivitas di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura terlihat sepi. Sejak pagi tadi tidak ada aktivitas penerbangan penumpang, bahkan pintu bandara ditutup total.

Manajer Operasional Angkasa Pura 1 Bandara Sentani, Arixon Suebu, yang ditemui di Bandara Sentani, Kamis (26/3/2020), membenarkan hal tersebut. ia menjelaskan bahwa pembatasan penerbangan ini sebagai langkah mendukung pemerintah menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Papua.

“Untuk saat ini benar kami sampaikan bahwa penerbangan komersial dari dan ke Bandara Sentani kami nyatakan terbatas. Ini adalah langkah kita membantu mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Keputusan ini berdasarkan Notice To Airmen yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan dan akan berlaku selama 14 hari ke depan,” ujarnya.

Sementara untuk penerbangan kargo, Arixon mengatakan akan berjalan normal untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti bahan makanan dan obat-obatan.

“Ini berlaku hanya untuk penerbangan komersial, sedangkan penerbangan kargo akan tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan makanan, obat-obatan, dan hal lain yang diperlukan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di Papua,” terangnya.

“Begitu juga penerbangan untuk kemanusiaan akan berjalan normal. Namun tentunya dengan catatan dan pemberitahuan kepada kami,” tambahnya.

Selain itu, penerbangan militer juga tetap berjalan normal untuk kepentingan bangsa dan negara. “Untuk penerbangan militer tidak dibatasi, itu akan berjalan normal untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara. Ini yang kita jalani di Bandara Sentani,” terangnya.

Meninggal Dunia

Sementara itu, satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona dengan jenis kelamin perempuan berusia 47 tahun dengan kode pasien 04, dinyatakan meninggal dunia Kamis (26/3/2020) jam 07.45 WIT setelah dirawat di RSUD Sele Be Solu, Sorong, Papua, sejak Sabtu (21/3/2020).

Juru Bicara Tim Satuan Tugas Covid 19 Kota Sorong, Rudy Laku membenarkan hal tersebut dan mengatakan jenazah sudah dimakamkan sesuai standar penanganan PDP. Jenazah  dimakamkan di taman pemakaman umun (TPU) setelah disemayamkan di kamar jenazah di rumah sakit dan dilakukan rembug dengan pihak keluarga.

"Pasien ini termasuk yang salah satu sampelnya dikirim ke Balitbangkes Kemenkes Jakarta dan belum diketahui apakah positif atau negatif Covid-19. Kita masih menunggu hasilnya, dan kita akan update kalau sudah ada perkembangan lebih lanjut," terang Rudy Laku didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Hermanus Kalasuat.

Rudy mengaku belum ada kepastian tentang hasil pemeriksaan pasien tersebut, karena Balitbangkes Kementerian Kesegatan juga memeriksa sampel di seluruh Indonesia. "Kami disuruh bersabar saja. Belum ada kepastian kapan hasil sampelnya kami terima," imbuh Rudy.

Diketahui PDP terkait virus corona yang meninggal itu, memiliki riwayat melakukan perjalanan ke Makasar untuk menjemput orang tuanya yang baru pulang umrah dari Arab Saudi. Salah satu orang tuanya sampai saat ini masih dirawat di ruang isolasi RSUD Sele Be Solu dan menjadi salah satu PDP dengan kode pasien 03.

Data per hari ini, orang dalam pengawasan (ODP) di Papua berjumlah 41 orang, yang selesai dalam pemantauan berjumlah 8 orang sehingga tersisa 33 ODP.

Sedangkan PDP) berjumlah 7 orang, di mana 2 orang telah dinyatakan selesai dalam pengawasan dan 1 orang meninggal, sehingga tersisa 4 orang PDP.

 

154/Roberth Isidorus



Sumber: BeritaSatu.com