BPPT Targetkan PCR Lokal Rampung 1 Bulan

BPPT Targetkan PCR Lokal Rampung 1 Bulan
Kepala BPPT, Hammam Riza. ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyanti Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FER Kamis, 26 Maret 2020 | 22:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selain menargetkan pembuatan vaksin, konsorsium ristek penanganan virus corona (Covid-19) juga menargetkan pembuatan test kit diagnostik tes cepat (rapid test) dan polymerase chain reaction (PCR) berbasis sumber daya lokal dalam waktu 1 bulan hingga 6 bulan ke depan.

Baca Juga: Obat Corona dari Herbal Masih dalam Proses Riset

Kedua riset ini dikomandoi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang ditunjuk sebagai koordinator percepatan pengembangan produk dalam negeri, guna mengatasi wabah Covid-19 yang menjadi pandemik dunia dan Indonesia.

Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan, melalui Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC19) akan diwujudkan untuk penguatan aspek lokal.

"Masing-masing target riset punya waktu berbeda-beda," kata Hammam Riza dalam video konferensi di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Hammam menjelaskan, TFRIC19 fokus pada lima rencana aksi cepat yang terdiri dari pengembangan non-PCR diagnostic test Covid-19 (dalam bentuk dip stick dan micro-chip), PCR diagnostic test yang sesuai dengan mutasi terbaru Covid-19.

Baca Juga: Konsorsium Ristek Covid-19 Targetkan Membuat Vaksin

Selain itu, task force juga akan mengembangkan aplikasi teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung diagnostik Covid-19. Analisis dan penyusunan data whole genome Covid-19 dari orang Indonesia yang terinfeksi.

Task force juga akan memperkuat penyiapan sarana dan prasarana deteksi, penyediaan logistik kesehatan dan ekosistem inovasi dalam menangani pandemik Covid-19.

"Task force ini ada lebih 50 ahli. Jadi tidak mulai dari nol. Hanya data untuk AI dan sampel untuk tes kit harus diambil dari pasien lokal Indonesia. Jadi bukan data dari Tiongkok atau negara lain. Karenanya harus dikembangkan sendiri," paparnya.

Lebih lanjut, Hammam mengungkapkan, untuk PCR ditargetkan bisa tercapai 1 bulan ke depan. Sedangkan test kit diagnostik 4 bulan ke depan.

Baca Juga: Pelibatan RT dan RW Dinilai Penting Cegah Covid-19

"Untuk AI CT-Scan dan X-Ray diharapkan bisa dikejar dalam 3 bulan ke depan. Dari CT Scan ini, AI bisa menunjukkan kepada dokter atau radiolog apakah seseorang positif atau negatif. Diagnosa ini untuk melengkapi hasil rapid test kit," pungkas Hammam.

 



Sumber: BeritaSatu.com