Bubarkan Kerumunan, Polri: Perantau Kita Imbau Tak Mudik

Bubarkan Kerumunan, Polri: Perantau Kita Imbau Tak Mudik
Argo Yuwono ( Foto: Beritasatu TV )
Farouk Arnaz / WM Jumat, 27 Maret 2020 | 08:36 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com — Polri tidak bisa melarang adanya pergerakan penduduk apalagi hingga level RT-RW sebab Indonesia tidak mempraktikkan karantina total atau lockdown.

Polri bahkan tidak bisa melarang adanya pergerakan perantau yang nekat pulang kampung atau mudik ke kota asalnya ditengah situasi yang tidak menentu ini.

“Dalam hal pemantauan perantau yang mudik, Polri berupaya secara berkelanjutkan memberikan imbauan untuk tidak mudik dengan pertimbangan yang lebih penting, yakni mengurangi resiko tertular atau menularkan Covid-19,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Argo Yuwono, di Mabes Polri Kamis (26/3/2020).

Polri mendasari kebijakannya berdasarkan garis yang diambil pemerintah yakni physical distancing sehingga tidak ada kegiatan yang bersifat mobilisasi, menjaga jarak, dan berkumpul.

Dibagian lain Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan, dalam keterangan tertulisnya bahwa Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat senantiasa mengacu kepada keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” kata Idham dan melanjutkan asas itulah yang jadi dasar Maklumatnya bernomor Mak/2/lll/2020.

Usai maklumat tersebut dikeluarkan, Polri telah melakukan pembubaran 1.371 kerumunan massa yang ada di seluruh Indonesia.

Jika masyarakat bersikeras dan tidak mengindahkan imbauan aparat untuk tidak berkerumun diancam sanksi pidana dengan Pasal berlapis mulai Pasal 212, 216 dan 218 KUHP hingga Pasal 14 UU 4/1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 93 UU  6/2018 Tentang Karantina Kesehatan.



Sumber: BeritaSatu.com