Masyarakat Harus Ikut Berperan Tekan Rasio Kematian Covid-19

Masyarakat Harus Ikut Berperan Tekan Rasio Kematian Covid-19
Ilustrasi kampanye pencegahan "corona". ( Foto: AFP )
Yeremia Sukoyo / YS Jumat, 27 Maret 2020 | 12:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia menduduki peringkat empat dunia dalam rasio kematian pasien positif corona. Berdasarkan laman web worldometers, posisi pertama ditempati negara San Marino di mana rasio kematian corona mencapai 11,2%. Posisi kedua ditempati Italia sebesar 9,8%. Di posisi ketiga adalah Irak dengan rasio kematian 8,5%, dan Indonesia di posisi keempat dengan rasio kematian sekitar 8%.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengingatkan, statistik yang dirilis worldometers terhadap fenomena penyebaran Covid-19 patut menjadi perhatian semua pihak. Sebab, eskalasi penularan virus belum menunjukkan tanda-tanda menurun.

Menurutnya, angka tersebut sangat mengkhawatirkan di tengah para ahli yang memprediksi penyebaran Covid-19 akan mencapai puncaknya pada April 2020 mendatang.

Sejak diumumkan kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret yang lalu, penyebaran virus corona sudah sangat cepat. Penyebaran virus bukan lagi terpusat di kota-kota besar tapi juga sudah menyebar di kota-kota kecil di Pulau Jawa. Rasio kematian Covid-19 ini tidak bisa dilepaskan dari kualitas perawatan pasien sesaat setelah divonis positif, di samping sistem imunitas pasien itu sendiri.

"Menekan rasio kematian Covid-19 tergantung bagaimana kesiapan semua pihak dalam menyediakan perawatan pasien positif dengan standar yang baik. Hal ini juga tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat dalam hal ini harus berperan," kata wanita yang akrab disapa Rerie itu, di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Saat ini, dikatakan Rerie, selain berbagai upaya yang sudah dilakukan pemerintah, tentunya masyarakat juga harus mampu menjaga diri dan lingkungannya. Dengan demikian angka terpapar bisa ditekan dan pasti akan menekan angka kematian.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bahu membahu membantu pemerintah agar dapat menyiapkan jumlah tenaga medis yang memadai, fasilitas kesehatan yang mumpuni, hingga persediaan alat perlindungan diri (APD) yang cukup hingga masa darurat yang ditentukan pemerintah berakhir.

Dijelaskan, menekan penularan Covid-19 dengan social distancing adalah bagian sangat penting dari skenario pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19. Social distancing terbukti berhasil menekan penularan di berbagai negara.

Jepang, misalnya, menerapkan social distancing sejak kasus pertamanya pada Februari 2020. Jepang juga tercatat menjadi negara yang mampu menekan rasio kematian hanya 3%. Keberhasilan Jepang ditopang dengan perawatan pasien yang baik, kesadaran penuh dari semua warga untuk melakukan social distancing, hingga kesigapan penanganan kasus baru Covid-19.

Sama dengan Jepang, Indonesia diyakini mampu menekan penularan Covid-19 asal semua pihak berdisiplin melakukan social distancing dengan penuh kesadaran. Semangat kemanusiaan secara bersama-sama akan mengurangi penularan.

"Ketika pemerintah meningkatkan standar penanganan pasien positif corona maka akan memperkecil rasio kematian sekaligus juga meningkatkan harapan hidup pasien. Juga masyarakat ketika melakukan social distancing secara tertib dan disiplin akan mengurangi pasien yang terpapar corona. Setiap dari kita berkontribusi untuk melawan wabah corona," katanya. [Y-7]



Sumber: Suara Pembaruan