Banten Distribusikan 5.000 APD Bantuan Pemerintah Pusat

Banten Distribusikan 5.000 APD Bantuan Pemerintah Pusat
Situs Penangulangan Covid-19 Provinsi Banten. ( Foto: Istimewa )
Laurens Dami / JEM Jumat, 27 Maret 2020 | 14:00 WIB

Serang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menerima sebanyak 5.000 unit alat pelindung diri (APD) berupa baju cover all dari pemerintah pusat. Dinas Kesehatan Provinsi Banten telah mendistribusikan APD tersebut ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Banten.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti selaku Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten pada Kamis (26/3/2020) di Serang menyampaikan, bahwa APD dari pemerintah pusat tersebut telah diterima pada Senin (23/3/2020).

“APD tersebut kami bagikan juga ke semua RSUD di Banten,” ujar Ati Pramudji.

Sementara alat pendeteksi awal corona melalui antibodi yaitu tes cepat (rapid test) corona, kata Ati, baru diterima pada Rabu (25/3/2020).

"Bantuan rapid test dari pemerintah pusat baru kami terima pada Rabu pagi. Kami juga telah mendistribusukan alat rapid test tersebut ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan RSU di Banten," jelas Ati.

Ati mengungkapkan, Provinsi Banten mendapatkan sebanyak 3.600 alat rapid test dari pemerintah pusat yang akan di distrubusikan ke delapan kabupaten/kota dan satu RSUD sebagai RS pusat rujukan Covid-19 di Provinsi Banten.

“Penggunaan rapid test tersebut akan diprioritaskan bagi pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), Petugas kesehatan yang kontak erat dengan PDP, serta masyarakat yang melalukan kontak erat dengan kasus terkonfirmasi/positif Covid-19,” tegasnya.

Ati mengungkapkan, di wilayah Provinsi Banten terdapat 113 rumah sakit untuk ODP, empat rumah sakit rujukan PDP dan satu rumah sakit pusat rujukan Covid-19.

RS pusat rujukan Covid-19 diharapkan dapat menyediakan bed isolasi bagi seluruh pasien Covid yang berasal dari seluruh wilayah Banten.

"Karena RSUD Banten adalah sebagai RS rujukan pusat Covid-19 se-Provinsi Banten oleh karenanya kami hanya menerima pasien rujukan PDP yang berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Banten," ujar Ati.

Untuk RSUD Banten, lanjut Ati, yang sudah masuk sebanyak tujuh orang, tetapi saat ini masih sedang menunggu rujukan dari 14 RS di Banten.

“Kami perlu dilihat terlebih dahulu asal pasien, gejalanya apa saja, ada riwayat kontak atau berkunjung ke daerah terpapar Covid-19 atau tidak dan apakah sudah dites swab atau belum. Bila tes swab sudah dilakukan di RS pertama, maka RSUD Banten tidak melakukan periksa swab ulang dan menunggu hasil dari pemeriksaan yang pertama. Kecuali jika pasien yang dirujuk belum dilakukan swab kami yang melakukan swab," pungkasnya. 



Sumber: BeritaSatu.com