Covid-19 di Bogor, Korban Meninggal Bertambah

Covid-19 di Bogor, Korban Meninggal Bertambah
Petugas Damkar Kota Bogor melakukan penyemprotan disinfektan, di ruas Jalan MA Salmun, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (24/3/2020) ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / BW Jumat, 27 Maret 2020 | 23:03 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor merilis data terbaru sebaran Covid-19, Jumat (27/3/2020). Dua orang dilaporkan kembali positif dan dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia.

Dari data yang dirilis, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 589 orang, dan 45 orang dianggap sehat, lalu sisanya 544 orang masih dipantau. Untuk PDP sebanyak 37 orang, yang sudah dinyatakan sehat enam orang, 24 orang masih dirawat, dan tujuh orang meninggal dunia.

Untuk jumlah positif terpapar Covid-19 sebanyak sembilan orang, delapan orang masih dirawat di rumah sakit, dan satu orang meninggal dunia.

Jumlah tersebut bertambah dari hasil rekap Kamis (26/3/2020), jumlah OPD 567 orang, jumlah PDP 33 orang, dan meninggal lima orang. Jumlah positif tujuh orang, dan meninggal satu orang.

“Terbaru ada penambahan jumlah positif dua orang, dan jumlah PDP meninggal dua orang. Yang meninggal satu orang di RSUD Kota Bogor dan satu orang lagi di Wisma Atlet, Jakarta,” papar Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Jumat (27/3/2020).

Untuk orang yang postif sudah dirawat di rumah sakit dan dalam masa isolasasi. Untuk tujuh orang PDP yang meninggal, hingga saat ini Pemkot Bogor masih menunggu hasil tes swab di Libangkes Kementerian Kesehatan.

“Untuk hasil tes sendiri posisi kami menunggu. Pertanyaanya adalah, kemampuan Litbangkes Kemenkes menangani semua specimen swab yang masuk. Karena jumlah permintaan pemeriksaan lab makin banyak,” tambah Dedie.

Tes Cepat
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Irwan Riyanto mengemukakan, untuk tahap awal sebanyak 150 tes cepat diberikan kepada orang dalam risiko (ODR). Mereka adalah petugas medis yang rentan terpapar Covid-19.

Dari 150 tes cepat tersebut, 100 tes diserahkan ke RSUD Kota Bogor untuk diperuntukkan bagi petugas medis yang menangani Covid-19. Sedangkan 50 tes lagi dilakukan di GOR Pajajaran yang diperuntukkan bagi anggota gugus tugas Covid-19.

“Hasil tes negatif untuk rapid tes di GOR Pajajaran, ” ujar Iwan.

Pemerintah Kota Bogor, menurutnya, telah menerima sebanyak 800 unit rapid test Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat pada Rabu (25/3/2020). Dengan demikian, Pemkot Bogor akan segera merealisasikan sisa tes cepat untuk warga yang berstatus ODP dan PDP.

“Pelaksanaan tes sudah pasti tidak digabung. Saat ini masih didata. Apakah rapid test kit akan ditambah, kita masih menunggu dari provinsi, karena kita menginginkan ditambah," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com