Doni Monardo: Satu Komando Lawan Virus Corona

Doni Monardo: Satu Komando Lawan Virus Corona
Doni Monardo. ( Foto: B1/Mohammad Defrizal )
Maria Fatima Bona / AB Sabtu, 28 Maret 2020 | 08:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan virus corona atau Covid-19 termasuk penyakit yang sangat berbahaya karena penyebarannya sangat cepat. Meski begitu, dia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapinya.

Menurut Doni saat ini yang dibutuhkan adalah kekompakan semua pihak, mulai gugus pusat hingga tingkat RT dan RW, karang taruna, hingga Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Semua harus satu komando untuk melawan Covid-19.

Doni mengatakan, semua pihak terkait dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan Covid-19. Edukasi itu mulai dari pentingnya menjaga jarak, melakukan pembatasan sosial (social distancing), hingga menjaga kebersihan, seperti gerakan mencuci tangan untuk mencegah penularan. Apabila masyarakat belum memahami mengapa ada yang terpapar corona atau apa penyebabnya, tentu akan semakin banyak yang terpapar.

“Sebanyak 90% orang bisa terpapar berasal dari tangan yang menyentuh hidung, mulut, dan mata. Tangannya sangat mungkin telah menyentuh sesuatu yang mengandung virus corona. Oleh karena itu, imbauan untuk mencuci tangan sangat penting. Namun, mencuci tangan setiap saat tanpa menyadari sewaktu-waktu kita menyentuh bagian wajah kita, itu sangat berbahaya. Maka, perlu keterlibatan semua pihak dalam memberi informasi dan pengetahuan,” kata Doni dalam wawancara khusus dengan tim Berita Satu Media Holdings di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Menurut Doni, masyarakat harus diberi informasi dan pengetahuan ketika berada di rumah. Masyarakat harus mengetahui dengan benar protokol kesehatan dan harus mematuhinya. Pasalnya, akan sangat fatal apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan, karena Covid-19 mudah menyerang orang-orang yang memiliki masalah dengan kesehatan atau adanya penyakit penyerta, seperti diabetes, asma, darah tinggi, dan lainnya.

Tak Perlu Panik
Meski demikian, Doni meminta masyarakat untuk tidak perlu panik. Sebab, kepanikan berlebihan justru akan mengurangi imunitas tubuh. Sebaiknya masyarakat patuh, taat, dan disiplin, dalam mengikuti semua protokol tentang kesehatan. Para gubernur yang menjadi ketua gugus di daerah berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2020, harus menggerakkan seluruh kekuatan, termasuk unsur-unsur TNI dan Polri. Semua harus dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat sebagai upaya bersama untuk menghindari dan mencegah penyebaran virus corona.

“Kebersamaan dan kekompakan saling tolong-menolong, bahu-membahu harus menjadi rutinitas kita hari ini. Saat ini kita menghadapi perang melawan ancaman virus corona. Yang kita perlukan adalah satu komando, yaitu satu perintah, satu kegiatan, satu cara bergerak, dan satu cara bertindak. Kalau kita bisa Kompak, maka kesulitan yang ada di daerah bisa diatasi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Doni mengimbau pemerintah daerah melakukan evaluasi setiap hari. Walau belum ada kasus positif Covid-19 di suatu daerah, evaluasi tetap diperlukan agar pemerintah daerah tetap melakukan upaya pencegahan, seperti melalui edukasi, sosialisasi, dan mitigasi.

Doni juga mengatakan untuk mengantisipasi loncatan pasien Covid-19, pemerintah berupaya memenuhi semua perlengkapan rumah sakit dan kebutuhan tenaga medis, terutama alat pelindung diri (APD). Bahkan, Doni menjanjikan dalam beberapa hari ke depan pemerintah akan memenuhi kebutuhan APD tersebut.

“Negara kita ternyata salah satu produsen tekstil yang bisa mengoptimalkan produksi APD. Doakan saja dalam waktu beberapa hari ke depan produksi APD semakin meningkat, sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama ini diperlukan oleh tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat, yang bekerja di garda terdepan,” ujarnya.

Tentang kebutuhan dokter dan tenaga medis, Doni mengatakan pemerintah sedang melakukan upaya untuk mengundang sejumlah dokter dan perawat bergabung sebagai Tim Relawan Covid-19. Bahkan, pihaknya juga akan melibatkan mahasiswa fakultas kedokteran tingkat akhir untuk mengambil peran dan bergotong royong melawan pandemi ini.



Sumber: BeritaSatu.com