Lagi, Merapi Erupsi dengan Tinggi Kolom Asap 1.500 Meter

Lagi, Merapi Erupsi dengan Tinggi Kolom Asap 1.500 Meter
Kondisi puncak Gunung Merapi terpantau dari Dusun Grogol, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang pascaerupsi, Kamis pagi, 13 Februari 2020. ( Foto: ANTARA/HO-Susanto )
/ WBP Minggu, 29 Maret 2020 | 07:17 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com- Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (29/3/2020) dini hari kembali meletus dengan tinggi kolom asap mencapai 1.500 meter di atas puncak.

Akun Twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang dipantau di Yogyakarta menyebutkan letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 00.15 WIB itu memiliki durasi 150 detik dengan amplitudo 40 mm. "Teramati tinggi kolom erupsi 1.500 meter," sebut BPPTKG.

Disebutkan bahwa arah angin saat terjadi letusan ke barat.

Baca juga: Gunung Merapi Erupsi dengan Tinggi Kolom Asap 5.000 M

Pada Sabtu (28/3/2020) pagi, gunung berapi aktif itu juga mengalami erupsi pada pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom 2.000 meter. Sementara pada Sabtu (28/3/2020) pukul 19.25 WIB kembali meletus dengan ketinggian kolom sekitar 3.000 meter dari puncak.

Gunung itu juga mengalami erupsi dua kali pada Jumat (27/3/2020). Erupsi pertama terjadi pada pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom 5.000 meter dan disusul erupsi berikutnya pada pukul 21.46 WIB dengan tinggi kolom 1.000 meter.

Baca jugaGunung Merapi Kembali Meletus

Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada, sedangkan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan serta penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Tetap tenang nggih warga Merapi. Tetap waspada namun jangan panik. Tingkat aktivitas waspada (level II). Jarak bahaya dalam radius tiga kilometer dari puncak Merapi. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," tulis akun resmi BPPTKG.



Sumber: ANTARA