Mama, Kapan Pulang?

Mama, Kapan Pulang?
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menelepon Dian, petugas medis rumah sakit di Jateng yang terpapar Covid-19 dari pasien. ( Foto: Istimewa )
Stefi Tenu / JEM Minggu, 29 Maret 2020 | 14:50 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Mama, kapan pulang? Pertanyaan itu kerap meluncur dari mulut seorang anak berusia dua tahun. Mendengar itu, hati Dian hancur. Air matanya sontak bercucuran.

Mama masih kerja, Nak. Tunggu ya. Nanti mama pasti pulang. Jawaban itu yang terus diulanginya setiap buah hatinya bertanya.

Itulah sepenggal cerita dan curahan hati Dian, seorang petugas medis di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah, yang dinyatakan positif corona.

"Anak saya dua tahun pak, sejak saya dinyatakan positif dan dikarantina, sampai sekarang saya belum berjumpa. Kangen sekali rasanya pak," ujar Dian dengan suara terisak, dari ujung telepon, kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Sabtu (28/3/2020).

Ganjar sengaja menelpon Dian untuk memberikan semangat agar dirinya tetap berjuang untuk sembuh.

Beberapa kali, percakapan antara Ganjar dengan perempuan itu terhenti karena kesedihan yang mendalam.

Dian mengaku, hanya bisa melampiaskan rasa kangennya kepada sang anak melalui video call. Dari sanalah, dia dapat melihat wajah anaknya, yang lama menantikan kehadirannya di rumah.

"Anak saya sekarang saya titipkan di rumah mertua, suami saya kerja di Jakarta. Saat video call, anak sering tanya mama kapan pulang?. Saya jawab mama masih kerja. Dia tahunya saya masih kerja," tuturnya.

Ganjar hanya terdiam mendengar curhatan Dian. Raut wajahnya merah dan matanya berkaca-kaca. Meski begitu, Ganjar terus memberikan semangat agar Dian kuat menjalani cobaan ini dan mendoakannya cepat sembuh.

"Tetap semangat ya, banyak teman-teman yang selalu mendoakan dan mendukung para tenaga medis seperti panjenengan," kata Ganjar.

Ganjar juga mendoakan agar Dian segera sehat. Bahkan, Ganjar mengatakan sangat ingin memeluk dan menggendong putra Dian di rumah.

"Mbak segera sehat. Sampaikan pada putra njenengan, saya kepengen nggendong," kata Ganjar lirih.

Tertular Dari Pasien

Dian merupakan salah satu tenaga medis yang tertular virus corona saat menangani pasien. Ia pegawai di bagian rekam medis di sebuah rumah sakit di Jawa Tengah. Saat ditelepon Ganjar, ia menerangkan bahwa ia tertular saat bertugas di rumah sakit.

"Waktu itu ada pasien datang, saya yang tugas di bagian pendaftaran langsung melakukan pendaftaran. Saat dia datang, saya tidak tahu kalau dia suspect corona, saya kontak dengan dia sekitar 15 menit tanpa menggunakan masker. Dia batuk terus selama proses itu," ujar Dian.

Setelah pasien tersebut dirawat dan dinyatakan positif corona, Dian merasakan mulai ada gejala seperti demam, batuk dan panas tinggi di dirinya. Meski begitu, ia tetap nekat berangkat bekerja.

"Sampai saya pingsan karena tidak kuat. Setelah dicek, saya dinyatakan positif corona," tegasnya.

Kepada Ganjar, Dian mengatakan bahwa kondisinya kini sudah membaik dan diperbolehkan pulang untuk karantina di rumah.

Meski sempat syok, namun Dian tidak putus asa. Ia hanya berusaha untuk sembuh dari penyakitnya itu. Ia juga meminta masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Buat masyarakat, saya minta jaga kesehatan. Sering-sering cuci tangan menggunakan sabun dan menggunakan masker saat keluar rumah. Jaga jarak demi kebaikan kita semuanya," ungkapnya.  



Sumber: BeritaSatu.com