Untirta dan Relawan Bagikan Masker dan Hand Sanitizer ke Masyarakat

Untirta dan Relawan Bagikan Masker dan Hand Sanitizer ke Masyarakat
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang bersama Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) menyumbangkan wastafel portable di tiga titik di Kota Serang sebagai tempat cuci tangan buat warga guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). ( Foto: Suara Pembaruan / Laurens Dami )
Laurens Dami / JEM Minggu, 29 Maret 2020 | 21:50 WIB

Serang, Beritasatu.com - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bersama Relawan Banten Melawan Corona (RBMC) membagikan masker dan hand sanitizer secara secara gratis kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, masker dan hand sanitizer tersebut juga dibagi kepada para jurnalis di Banten. Selain itu, Untirta dan dan RBMC juga memasang tiga wastafel portabel di Kota Serang.

Koordintaor RBMC, Hendra Leo Munggaran mengatakan, dana yang terkumpul dari open donasi tersebut mencapai Rp39 juta lebih. Dana tersebut langsung dibelanjakan masker, bahan baku pembuatan hand sanitizer dan alat mencuci tangan sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran virus korona.

“Hal yang kita tahu tenaga medis itu sebagai garda terdepan melawan corona, begitu juga kawan - kawan jurnalis yang saat ini bertugas di tengah kondisi merebaknya wabah corona. Masker dan hand sanitizer harus selalu digunakan selain rajin mencuci tangan. Kita bersama Untirta dan 20 elemen masyarakat juga ikut membantu pencegahan penyebaran Covid-19. Jadi bukan hanya dari pemeritah saja tapi seluruh elemen juga bergerak,” kata Leo di Serang, Minggu (29/3/2020.

Terkait penempatan wastafel potabel di tiga titik, Leo menjelaskan, hal itu dilakukan mengingat masih banyak masyarakat Banten yang bekerja di sektor informal.

“Sebanyak 60 persen hingga 70 persen hingga saat ini masih bekerja. Mereka yang bekerja di sektor informal, belum bisa melaksanakan imbauan bekerja dari rumah. Mereka butuh makan. Makanya hasil donasi yang kita kumpulkan kita buatkan alat ini (wastafel portabel). Dengan harapan, masayarakat tetap aware (waspada) terhadap penyebaran corona,” ujarnya.

Tidak hanya pengadaan alat cuci tangan portabel, Leo mengaku, pihaknya juga membuka diri bagi masyarakat yang menginginkan tempat ibadahnya untuk disemprot disinfektan.

“Nanti ada tim yang akan melakukan penyemprotan. Selain itu kita juga akan membagikan masker kepada masyarakat dan juga hand saintizer. Tim juga akan memberikan sosialisasi untuk memberikan motovasi dan edukasi ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, aksi ini merupakan bagian dari tanggung jawab insan akademik kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam rangka membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan Covid-19 di Banten.

“Saya memberikan apresiasi kepada RBMC dan mahasiswa teknik Unitirta yang telah membuat wastafel portabel ini. Mudah-mudahan, dengan adanya alat ini dapat mengingatkan warga untuk senantiasa mencuci tangan,” kata Fatah.

Dijelaskan Fatah, wastafel ini baru diproduksi sebanyak tiga unit dengan dana yang bersumber dari relawan RBMC. “Ini didanai oleh RBMC bersama organisai lain. Untuk tahap satu baru tiga unit yang diluncurkan. Insya Allah ke depan akan kembali dibuat alat seperit ini yang akan ditempatkan di sejumlah titik tempat keramaian,” jelasnya.

Fatah juga mengimbau warga untuk rajin menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Hal itu dilakukan untuk menghindari tertularnya bakteri maupun virus. “Ketika berkegiatan kadang kita sering memegang barang, tanpa kita tahu ada virusnya atau tidak. Makanya dianjurkan untuk rajin mencuci tangan. Dan ini juga untuk mereduksi potensi bakteri da virus,” ujarnya. 

 



Sumber: BeritaSatu.com