Pasien PDP Meninggal Dunia di RS Yunus Bengkulu Negatif Covid-19

Pasien PDP Meninggal Dunia di RS Yunus Bengkulu Negatif Covid-19
Ilustrasi pasien yang diduga terinfeksi virus "corona". ( Foto: Antara )
Usmin / JAS Senin, 30 Maret 2020 | 00:04 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com -  Pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yunus Bengkulu, awal pekan lalu berdasarkan hasil uji sampel dari laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbang Kemkes) dinyatakan negatif corona.

Sedangkan satu pasien PDP lagi meninggal dunia di rumah sakit yang sama pada Kamis (27/3/2020) sore lalu, belum dapat dipastikan apakah positif atau negatif terjangkit virus corona karena hasil uji sampel laboratorium Balitbang Kemkes belum keluar.

"Kita bersyukur sampai sekarang Bengkulu masih masuk zona hijau Covid-19, karena hasil uji sampel Balitbang Kemkes terhadap pasien PDP usia 62 tahun, yang meninggal di RSUD Yunus Bengkulu, awal pekan lalu menyatakan negatif Cobid-19," kata Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Minggu (29/3/2020).

Ia mengatakan, pihaknya juga berharap hasil uji sampel laboratorium Balitbang Kemkes terhadap pasien kedua PDP yang meninggal di RSU M Yunus pada Kamis lalu negatif corona. Dengan demikian, Bengkulu masih masuk zona hijau penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Pasalnya, sampai sekarang belum ada warga Bengkulu yang dinyatakan positif terjangkit virus corona meski jumlah warga di daerah ini yang masuk status ODP dan PDP terus meningkat setiap harinya.

Sampai saat ini, di Bengkulu terdapat 87 kasus Covid-19 terdiri dari kasus OPD sebanyak 72 kasus, PDP sebanyak 5 kasus dan warga dinyatakan sehat sebanyak 11 orang. Warga Bengkulu masuk status ODP dan PDP tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di daerah ini.

Mayoritas warga Bengkulu yang masuk ODP dan PDP kasus virus corona baru kembali dari daerah yang sudah terjangkit virus mematikan ini, seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan beberapa kota lainnya di Tanah Air yang masuk zona merah Covid-19.

"Mereka kita minta melakukan isolasi di rumah selama 14 hari agar aman dari virus corona. Namun, jika status mereka meningkat menjadi PDP maka akan diawasi ketat oleh petugas medis setempat dan bila deman panas suhu tinggi dan sesak napas langsung kita rawat di RS rujukan Covid-16 di daerah setempat," ujarnya.

"Kita berharap warga Bengkulu yang berstatus ODP dan PDP segera sehat sehingga daerah ini tetap aman dari ancaman penyebaran virus corona," ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com