HMI Sumut Desak Pemda Lakukan Karantina Wilayah

HMI Sumut Desak Pemda Lakukan Karantina Wilayah
Begini Alur Penanganan Pasien Virus Corona ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
Arnold H Sianturi / JEM Senin, 30 Maret 2020 | 12:26 WIB

Medan, Beritasatu.com - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (HMI Sumut) mendesak pemerintah provinsi, kabupaten maupun kota untuk melaksanakan karantina wilayah untuk mencegah meluaskan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Tingkat penyebaran pandemi Covid-19 di Sumut semakin meluas dan jumlah korban yang terpapar semakin bertambah," ujar Ketua Badko HMI Sumut, M Alwi Hasbi Silalahi, Senin (30/3/2020).

Hasbi menyampaikan, karantina wilayah oleh pemerintah daerah (pemda) mempunyai tujuan positif untuk menekan peningkatan jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif corona.

"Harus segera karantina wilayah, tutup seluruh akses keluar dan masuk di Sumut. Ini merupakan salah satu langkah terbaik untuk melindungi masyarakat dari ancaman terkait Covid-19 itu," katanya.

Hasbi mengungkapkan, selama ini masyarakat di Sumut hanya diimbau pemerintah untuk tidak panik dan tidak keluar rumah, sementara tidak terlihat solusi konkret dari pemerintah daerah dalam hal tersebut.

"Seolah masyarakat diminta untuk berjuang sendiri dalam menghadapi pandemi ini. Ini sudah menjadi bencana internasional, kita berbicara tentang nyawa banyak orang. Jadi jangan main-main, para bupati dan walikota juga harus ambil langkah tegas," tegasnya.

Selain itu, Hasbi juga meminta agar Gubernur Sumut maupun seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sumut untuk segera memberlakukan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2020.

Inpres itu tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta pada tanggal 20 Maret 2020.

"HMI mendorong agar para kepala daerah untuk segera menerapkan Inpres tersebut. Namun ingat, jangan sampai anggaran yang ada malah diniatkan dan digunakan untuk keuntungan segelintir orang saja. Apalagi kalau sampai dana tersebut dikorupsi, maka orang tersebut lebih jahat dari virus corona," sebutnya.  



Sumber: BeritaSatu.com