Cegah Corona, Jam Malam Diberlakukan di Aceh

Cegah Corona, Jam Malam Diberlakukan di Aceh
Ilustrasi virus "corona". ( Foto: Antara )
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 30 Maret 2020 | 12:53 WIB

Banda Aceh, Beritasatu.com - Untuk memutus mata rantai penyebaran corona (Covid-19), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah mengeluarkan maklumat bersama untuk memberlakukan ketentuan jam malam di Aceh. Sejak pukul 20.30 hingga 05.30 WIB, masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

Diberlakukan sejak Minggu (29/3/2020), peraturan ini akan berlangsung hingga status tanggap darurat Covid-19 di Aceh berakhir.

"Pengelola kegiatan usaha tidak membuka warung kopi atau cafe, tempat makan dan minum, pasar, swalayan, mall, karaoke, tempat wisata, tempat olahraga, dan angkutan umum pada penerapan jam malam. Kecuali bagi angkutan umum yang melayani kebutuhan pokok masyarakat, dilengkapi dengan surat tugas atau dokumen yang menjelaskan aktivitas kerja," demikian poin kedua dalam maklumat tersebut.

Bupati dan wali kota di Aceh juga dihimbau untuk melakukan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh masyarakat maupun pengusaha terkait penerapan jam malam.

Adapun maklumat ini diputuskan seiring dengan meningkatnya jumlah orang dalam pemantauan (ODP), serta pasien dalam pengawasan (PDP). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh per Minggu (29/3/2020), terdapat lima kasus positif terjangkit Covid-19 dengan satu korban meninggal karena pandemi tersebut.

Untuk mencegah penyebaran corona, rapat Forkopimda sebelumnya juga membahas pembatasan aktifitas di keramaian seperti tempat wisata dengan tetap memperhatikan aspek HAM dan ketentuan hukum. 

Langkah antisipasi lainnya juga meliputi pemantauan warga negara asing (WNA) yang telah menetap di Aceh, serta pelarangan masuk WNA ke Aceh.

Tak hanya itu, pemerintah akan melakukan inventarisasi dan mengupayakan pengadaan alat pelindung diri (APD) khususnya bagi tim medis.



Sumber: PR