Imported Case, Pemerintah Pantau 3.000 WNI dari Malaysia yang Datang ke RI

Imported Case, Pemerintah Pantau 3.000 WNI dari Malaysia yang Datang ke RI
Lenny Tristia Tambun / WBP Selasa, 31 Maret 2020 | 11:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mencegah imported case baru virus corona (covid-19), pemerintah akan memperkuat kebijakan pergerakan warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang masuk maupun keluar dari Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan mobilitas antarnegara, terutama dari Malaysia, Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan bahwa dalam beberapa hari ini akan ada sekitar 3.000 pekerja migran yang kembali dari Malaysia ke Indonesia setiap harinya.

Baca juga: Jokowi: WNI dari Luar Negeri Berstatus ODP

Selain pekerja migran di Malaysia, pemerintah juga akan mengantisipasi kepulangan para kru kapal atau pekerja anak buah kapal (ABK) di kapal-kapal pesiar. "Perkiraan kita ada 10.000-11.000 ABK. Ini juga perlu disiapkan dan direncanakan tahapan-tahapan untuk screening mereka," kata Jokowi saat rapat terbatas (ratas) dengan topik penanganan arus masuk WNI dan pembatasan perlintasan WNA melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (31/3/2020).

Saat ini kata Jokowi, sudah lebih dari 202 negara dan teritori di seluruh dunia yang menghadapi tantangan pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. "Bahkan satu minggu terakhir, kita melihat episentrum dari Covid-19 sudah beralih dari sebelumnya di Tiongkok, saat ini berada di AS (Amerika Serikat) dan Eropa," kata

Baca juga: Pemkab Bogor akan Sekat Warga DKI yang ke Puncak

Di beberapa negara yang telah mampu mendatarkan kurva penyebaran Covid-19, lanjut Jokowi, juga menghadapi tantangan gelombang baru Covid-19.

Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Korea Selatan dan Singapura banyak menghadapi kasus imported cases atau kasus penularan corona dari warga yang baru pulang dari luar negeri.

Melihat pengalaman tiga negara ini, Jokowi menegaskan pemerintah tidak hanya memprioritaskan pengendalian arus mobilitas orang antarwilayah di dalam negeri atau arus mudik, tetapi pengendalian orang antarnegara yang berisiko membawa imported cases corona.

Ada dua hal yang dilakkukan. Pertama, melakukan pengawasan protokol kesehatan ketat bagi WNI yang akan pulang dari negara-negara yang sudah terpapar Covid-19. "Terutama yang dari Malaysia. Ini betul-betul perlu kita cermati. Karena menyangkut bisa ratusan ribu, bisa jutaan WNI yang akan pulang (ke Indonesia)," ujar Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com