Cegah Covid-19, Kabupaten Tanjabtim Mulai Lakukan Karantina Wilayah

Cegah Covid-19, Kabupaten Tanjabtim Mulai Lakukan Karantina Wilayah
Pemerintah provinsi(Pemprov) Jambi berjuang dengan segala daya dan upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Salah satu di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan fasilitas umum dan transportasi publik. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Jambi, Asraf melakukan penyemprotan disinfektan di bus Trans Siginjai Jambi di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi, Senin, 23 Maret 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Selasa, 31 Maret 2020 | 13:09 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kabupaten Tanjungabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi mulai melakukan karantina wilayah mencegah meluasnya penularan virus corona (Covid-19) di daerah tersebut. Namun karantina wilayah tersebut belum dilakukan secara total karena masih menunggu aturan dari pemerintah pusat.

Hal tersebut dikatakan Bupati Tanjabtim, Romy Hariyanto di Muarasabak, Kabupaten Tanjabtim, Provinsi Jambi, Senin (30/3/2020). Menurut Romu Hariyanto, pihaknya sudah mulai menutup pintu masuk melalui jalur darat dan laut ke daerah itu.

Dikatakan, tiga pintu masuk ke Tanjabtim sudah mulai ditutup, mulai Senin (30/3/2020), yakni di Desa Rantau Karya Kecamatan Geragai, Desa Simpang Tuan, Kecamatan Mendahara Ulu dan Kelurahan Simpang, Kecamatan Berbak. Seluruh orang yang masuk ke Tanjabtim melalui ketiga jalur tersebut diperiksa dengan ketat.

"Karantina total menjadi pilihan terakhir bagi daerah ini untuk melindungi warga masyarakat Tanjabtim dari ancaman virus corona. Kebijakan ini memang banyak ditentang karena merugikan banyak pihak. Namun bagi kami keselamatan masyarakat Tanjabtim lebih penting,” ujarnya.

Romi Hariyanto mengatakan, karantina wilayah secara total di Tanjabtim akan langsun dilakukan setelah ada keputusan Pemerintah Pusat. Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjabtim sudah koordinasi dengan pihak Polres Tanjabtim.

“Jika jajaran Polres Tanjabtim sudah siap melakukan pengamanan di tiga pintu masuk ke Tanjabtim dan peraturan pusat sudah ada, kami langsung lakukan karantina wilayah secara penuh mulai Selasa (31/3),” katanya.

Dijelaskan, Pemkab Tanjabtim sudah menyiapkan strategi menghadapi karantina wilayah. Kebutuhan logistik dan kebutuhan lain untuk 54.000 kepala keluarga (KK) penduduk Tanjabtim dan sudah disiapkan untuk satu bulan ke depan. Nilai kebutuhan masyarakat tersebut mencapai senilai Rp 110 miliar/bulan.

“Jika karantina wilayah jadi diberlakukan, kami sudah hitung, kebutuhan logistik daerah ini cukupi untuk satu bulan kedepan. Bila karantina wilayah berlanjut, Pemkab Tanjabtim siap membatalkan seluruh proyek infrastruktur tahun ini demi memenuhi kebutuhan dukungan logistik bagi warga,” katanya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan, Pemprov Jambi belum memutuskan akan melakukan karantina wilayah. Pemberlakuan karantina wilayah di Jambi baru bisa dilakukan jika instruksi pemerintah pusat sudah ada.

Menurut Johansyah, untuk saat ini, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi sudah membentuk pos komando (Posko) penanganan virus corona di wilayah perbatasan dengan provinsi lain. Posko tersebut antara lain didirikan di batas Jambi – Sumatera Selatan dan batas Jambi – Provinsi Riau.

“Seluruh orang yang masuk ke Jambi melalui perbatasan tersebut kini mendapat pemeriksaan kesehatan. Jika suhu tubuh orang yang masuk ke Jambi melebihi batas normal, yakni 38 derajat celcius ke atas, maka yang bersangkutan akan langsung dibawa berobat ke rumah sakit,” katanya.  



Sumber: BeritaSatu.com